Euro dan Pound Mengeroyok Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.753

Kamis, 15 November 2018 - 11:00 WIB
Euro dan Pound Mengeroyok...
Euro dan Pound Mengeroyok Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.753
A A A
JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (USD) melanjutkan pelemahan setelah Inggris dan Uni Eropa menunjukkan tanda-tanda kemajuan mengenai kesepakatan Brexit. Hal ini memberi keuntungan bagi nilai tukar rupiah di pasar spot pada Kamis (15/11/2018).

Data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka menguat 34 poin atau 0,23% ke level Rp14.753 per USD, setelah Rabu kemarin ditutup bertambah 18 poin atau 0,12% ke level Rp14.786 per USD.

Idem, data Yahoo Finance mencatat kurs rupiah pada Kamis ini bertambah 22 poin atau 0,15% ke level Rp14.763 per USD, setelah kemarin berakhir menguat ke Rp14.785 per USD.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah hari ini berada di level Rp14.764 per dolar USD, melemah tipis 9 poin atau 0,06% dari posisi Rp14.755 per USD pada Rabu lalu.

Penguatan rupiah disebabkan faktor eksternal, setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May memenangkan dukungan dari para menteri seniornya untuk mencapai kesepakatan damai atas perceraian dengan Uni Eropa. Hal ini mendorong euro naik 0,8% dan pounsterling Inggris bertambah 1,2% melawan USD.

Merujuk dari Reuters, Kamis (15/11), indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama jatuh ke level 96,97. Hasil ini juga membuat dolar Australia naik 0,55 menjadi USD0,7275, berkat data pekerjaan yang kuat di Negeri Kangguru.

Meski demikian, Kepala Strategi Mata Uang di National Australia Bank, Ray Attrill, mengatakan pound dan euro diperdagangkan dalam kisaran sempit jarena analis masih melihat dukungan kuat bagi USD sebagai safe haven bila kekhawatiran soal Brexit dan perdagangan global memuncak kembali.

Selain itu, tambah dia, dolar masih tetap akan kuat di akhir tahun didukung oleh fundamental ekonomi Amerika Serikat yang kuat, sikap hawkish dari Federal Reserve, meningkatnya upah dan tenaga kerja, serta statusnya sebagai mata uang safe haven.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rupiah Tak Bertenaga,...
Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS
Inflasi Tak Jauh dari...
Inflasi Tak Jauh dari Ekspektasi, Mata Uang Garuda Menguat
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
1 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
1 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
1 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
1 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
1 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved