Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh

loading...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini kemungkinan masih akan tertekan. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini kemungkinan masih akan mendapatkan tekanan dikarenakan penguatan mata uang Negeri Paman Sam.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen penguatan dolar AS masih terjadi semalam dan bisa berimbas pagi ini yang bisa menekan rupiah. (Baca juga: AS dan China Dikhawatirkan Perang, Ini Warning Jokowi hingga Macron)

"Penguatan dolar ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap pelambatan pemulihan ekonomi di AS. Hal ini pula yang mendorong indeks saham AS turun dalam semalam," kata Ariston di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Menurut dia, kekhawatiran pelambatan pemulihan ekonomi AS ini muncul karena pandemi yang masih berlangsung tapi paket kedua stimulus fiskal AS masih belum ada kesepakatan. (Baca juga: Umrah Dibuka, Jamaah Tertunda Jadi Prioritas)



"Sementara isu pemulihan ekonomi dan kondisi pandemi dalam negeri juga bisa memberi tekanan ke rupiah. Hari ini rupiah berpotensi di kisaran 14.750-14.900 per dolar AS," jelasnya.
(ind)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top