Rouhani Ingin Iran-Irak Tingkatkan Perdagangan USD20 Miliar per Tahun

Sabtu, 17 November 2018 - 20:37 WIB
Rouhani Ingin Iran-Irak...
Rouhani Ingin Iran-Irak Tingkatkan Perdagangan USD20 Miliar per Tahun
A A A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan negaranya ingin meningkatkan perdagangan bilateral dengan Irak sebesar USD20 miliar per tahun. Nilai tersebut setara Rp292,14 triliun dengan estimasi Rp14.607 per USD. Saat ini, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD12 miliar per tahun atau Rp175,28 triliun.

Pernyataan Rouhani ini menjadi lembaran baru bagi kedua negara. Seperti diketahui, kedua negara pernah terlibat perang pada 1980-1988. Rouhani lantas menyampaikan keingin tersebut saat menjamu Presiden Irak Barham Salih di Teheran.

Rouhani menginkan kerja sama di bidang perminyakan, perbankan dan transportasi, untuk memulihkan negaranya atas sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

"Hari ini, hubungan ekonomi Iran dan Irak mencapai sekitar USD12 miliar per tahun. Dan melalui upaya bilateral, kita ingin menaikkan angka ini menjadi USD20 miliar," tandas Rouhani seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/11/2018).

Keinginan Iran tersebut mendapat sambutan positif dari para pejabat Irak. Mereka setuju melakukan penukaran produk-produk makanannya dengan pasokan gas dan energi dari Iran.

Untuk itu, Baghdad sedang meminta persetujuan Amerika Serikat untuk mengizinkan mereka mengimpor gas dari Iran untuk pembangkit listriknya. Irak sendiri mengimpor berbagai barang dari Iran, diantaranya makanan, produk pertanian, peralatan rumah tangga, elektronik dan suku cadang mobil.

Nilai impor Iran ke Irak dalam 12 bulan terakhir mencapai USD6 miliar. Dan dari total impor yang dilakukan Irak, sebesar 15% berasal dari Iran.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Perajin Pisau Potong...
Perajin Pisau Potong di Yogyakarta Banjir Pesanan Jelang Idul Adha
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03 Persen pada 2024
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
1 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
1 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
2 jam yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
12 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
12 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
12 jam yang lalu
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved