Dolar Turun Saat Permintaan Mata Uang Safe Haven Menyusut, Rupiah Naik

Kamis, 22 November 2018 - 10:23 WIB
Dolar Turun Saat Permintaan...
Dolar Turun Saat Permintaan Mata Uang Safe Haven Menyusut, Rupiah Naik
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Kamis (22/11/2018) dibuka kembali menguat, usai sempat tergelincir pada sesi kemarin pascaliburan. Perbaikan mata uang Garuda ke zona hijau, memanfaatkan memudarnya kekuatan dolar seiringi permintaan mata uang safe haven menyusut.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka menguat menjadi Rp14.592/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah kembali dalam jalur positif dibandingkan posisi perdagangan tengah pekan, kemarin di level Rp14.618/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga terus membaik menjadi Rp14.605/USD. Rupiah menunjukkan tren pemulihan setelah sempat kembali tertekan ke zona merah usai kemarin parkir di level Rp14.670/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi menjelang akhir pekan justru lebih rendah ke posisi Rp14.585/USD dengan pergerakan harian Rp14.575 hingga Rp14.615/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal rupiah masih rentan setelah kemarin membaik Rp14.565/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange melompat tinggi ke level Rp14.586/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.602/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.582-Rp14.606/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar secara luas lebih rendah dalam perdagangan Asia karena permintaan mata uang safe haven menurun setelah ekuitas global mencetak rebound. Sementara euro juga terus menguat seiring harapan untuk resolusi di tengah perselisihan anggaran Italia.

Dolar telah aktif menawar selama dua sesi perdagangan terakhir karena risk appetite surut pada kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global dan konflik perdagangan AS versus China. Terpantau indeks dolar yang mengukur kekuatan versus enam mata uang utama, diperdagangkan lebih rendah pada level 96,7.

Dalam perdagangan Kamis, pagi tercatat indeks masih tertekan setelah sebelumnya kehilangan lebih dari 0,1%. Selanjutnya Yen diperdagangkan dengan bias melemah dengan berpindah menjadi 113.

Mata uang Jepang telah melemah selama dua sesi perdagangan terakhir terhadap dolar. Analis memperkirakan dolar/yen akan diperdagangkan dalam kisaran 111,5-114 dan bergerak mengikuti imbal hasil obligasi treasury 10 tahun AS.

Euro juga naik tipis terhadap dolar untuk diperdagangkan pada posisi USD1,1388. Mata uang tunggal naik 0,1% pada hari sesi perdagangan Rabu, kemarin meskipun Uni Eropa menolak rencana fiskal Italia karena gagal mematuhi aturan zona euro.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
30 menit yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
1 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
1 jam yang lalu
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
1 jam yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
1 jam yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
1 jam yang lalu
Infografis
5 Mata Uang Paling Lemah...
5 Mata Uang Paling Lemah di Dunia versi Forbes 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved