Kementan Dorong Petani Ciptakan varietas Baru

Jum'at, 23 November 2018 - 01:03 WIB
Kementan Dorong Petani...
Kementan Dorong Petani Ciptakan varietas Baru
A A A
YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian terus mendorong petani untuk mengembangkan varietas baru. Petani yang menghasilkan varietas baru dipermudah jika ingin memperjualbelikannya. Mereka tidak perlu lagi melakukan prosedur pelepasan seperti yang wajib dilakukan kalangan industri benih.

"Beberapa waktu lalu, Mahkamah Konstitusi memberikan keputusan bahwa petani kecil yang menghasilkan varietas dan varietas itu dijualbelikan tidak perlu proses pelepasan," terang Kepala Bidang Perlindungan Varietas pada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementan, Warsidi di sela-sela diskusi publik Hak-hak Petani dalam Prespektif Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) di Santika Yogyakarta, Kamis (22/11/2018).

Warsidi menjelaskan, dalam proses pelepasan ini, varietas baru yang hendak dijual ke pasaran harus melalui beberapa tahap pengujian. Di antaranya adalah pengujian multilokasi yakni diujicoba di 8 tempat yang berbeda selama 2 musim.

Setelah itu, Menteri Pertanian melaklukan proses pelepasan untuk bisa dikomersialkan ke masyarakat. "Proses ini butuh modal dan biaya besar. Saat ini aturan pelepasan ini dikecualikan bagi petani kecil," terangnya.

Batasan petani kecil ini adalah lahan tanaman maksimal 2 hektare untuk petani tanaman pangan dan 25 hektare bagi petani perkebunan. Dengan aturan baru ini, diharapkan mampu memicu petani untuk giat menciptakan varietas-varietas baru.

"Mereka diberi kesempatan berkontribusi terhadap keanekaragaman varietas. Para petani ini punya dasar pengetahuan teknis lapangan yang bagus. Saya yakin mereka bisa menghasilkan verietas yang tidak kalah dengan kalangan industri," tegasnya.

Warsidi menyebut peran petani sangat penting dalam sistem budidaya dan produksi pangan nasional. "Mereka adalah pelaku utamanya. Mereka harusnya mendapat tempat istimewa yang proporsional dalam sistem produksi pangan nasional".

Warsidi menambahkan, para petani ini adalah pengguna benih sebenarnya. Konsumen benih yang juga mempunyai hak yang tidak boleh dipaksakan. "Pemerintah tidak boleh memaksa menanam varietas tertentu. Mereka berhak memilih varietas yang dianggap pas oleh mereka," terangnya.

Diskusi publik itu digelar untuk mengetahui peran dan kontribusi petani dalam pengembangan dan konservasi sumber daya pertanian dan mengetahui sistem perlindungan varietas. Diskusi ini diikuti oleh 28 peserta mulai dari kalangan perguruan tinggi, pemerintah, kalangan produsen benih hingga kalangan LSM yang konsen terhadap pertanian.

Kepala Pusat PVTPP, Erizal Jamal, menyebut pemerintah mendorong industri perbenihan mampu menyediakan ketersediaan varietas baru yang unggul namun tetap menjaga budaya petani yang sarat dengan kearifan lokal. "Pemerintah mendorong kalangan industri menyediakan varietas yang mampu meningkatkan produksi dan produktivitas namun tetap mejaga budaya petani yang sarat dengan kearifan lokal," tegasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Standarisasi Kualitas...
Standarisasi Kualitas Produk, Singosari Lakukan Sertifikasi Benih Indigofera
IPDMIP Bekali Petugas...
IPDMIP Bekali Petugas Lapangan NTB Pengetahuan Penangkaran Benih
Sertifikasi Benih dan...
Sertifikasi Benih dan Bibit Ternak, Modal Bersaing di Pasar Global
Benih Padi Kementan...
Benih Padi Kementan Dukung Produktivitas Petani Penangkar
Kebutuhan Benih Perkebunan...
Kebutuhan Benih Perkebunan Bersertifikat Meningkat, Mentan Dorong Metode Kekinian
Setelah Jamur Enoki,...
Setelah Jamur Enoki, Giliran Benih Sawi Putih Korsel Bermasalah
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
6 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
6 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
7 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
7 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
8 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
9 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved