Ini Langkah Asperindo Terhadap Kenaikan Tarif Surat Muatan Udara

Selasa, 27 November 2018 - 01:33 WIB
Ini Langkah Asperindo...
Ini Langkah Asperindo Terhadap Kenaikan Tarif Surat Muatan Udara
A A A
JAKARTA - Salah satu komponen utama yang menjadi beban biaya operasional bagi perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik di Indonesia adalah Surat Muatan Udara atau SMU. Beban biaya operasional tersebut mengalami peningkatan dengan diberlakukannya kenaikan tarif SMU oleh beberapa maskapai penerbangan di bulan Oktober 2018, bahkan, sejumlah maskapai menaikannya sampai dengan 2 kali dalam 1 bulan.

Atas kebijakan kenaikan biaya kargo udara ini, maka Asperindo (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia), melalui Dewan Pengurus Pusat, telah menyampaikan surat kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 11 Oktober 2018 yang isinya menjelaskan keberatan karena kebijakan para maskapai penerbangan tersebut dilakukan secara sepihak dan tidak disertai dengan peningkatan pelayanan.

Selain itu, M. Feriadi selaku Ketua Umum Asperindo juga menyampaikan dalam surat resmi Asperindo bernomor 102/DPP-ASPER/X/2018 tersebut, bahwa kebijakan menaikkan biaya kargo udara berpotensi meningkatkan biaya logistik di Indonesia yang selama ini dinilai tinggi dan terus diupayakan oleh semua pihak untuk diturunkan.

Naiknya tarif SMU juga berlawanan dengan semangat seluruh perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik untuk mendorong perkembangan industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM). Para perusahaan anggota Asperindo sebagai mitra UKM dan IKM, masing-masing memiliki program untuk mendorong kemajuan para entrepreneur.

Feriadi mengatakan bahwa selain program-program pemberdayaan komunitas, berbagai langkah strategis juga dilakukan agar tarif pengiriman paket yang ditetapkan perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik dapat terus kompetitif demi kemajuan para UKM serta IKM yang memiliki kebutuhan besar dalam hal pengiriman paket di era digital ini.

"Namun sangat disayangkan apabila kebijakan naiknya biaya kargo udara, berpotensi memberikan dampak yang kurang baik juga terhadap perkembangan para UKM maupun IKM," ungkapnya, Senin (26/11/2018).

Saat ini, imbauan kepada semua anggota Asperindo yang berjumlah lebih dari 200 perusahaan di seluruh Indonesia telah disampaikan. Imbauan tersebut adalah agar mengambil langkah strategis seperti memilih moda transportasi alternatif lainnya untuk pengiriman paket selain pesawat terbang untuk menekan biaya operasional.

"Langkah ini berpotensi merugikan pihak maskapai penerbangan juga, karena perusahaan anggota Asperindo terpaksa mengurangi penggunaan moda transportasi udara dan memilih yang lebih applicable," ungkap Feriadi.

Tarif pengiriman para perusahaan anggota Asperindo yang akan diberlakukan untuk seluruh konsumen pun akan mengalami penyesuaian dengan tetap merujuk pada struktur komponen biaya masing-masing perusahaan mulai 1 Januari 2019. Asperindo pun sedang menyusun rencana untuk menyediakan angkutan "freighter" yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan anggota secara bersama-sama.

Tujuan dari beberapa langkah yang diimbau adalah agar para pelaku industri pengiriman ekspres, pos, dan logistik dalam negeri dapat tetap bertahan di tengah tantangan yang semakin beragam serta mampu untuk terus berkembang karena memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional.

Langkah-langkah yang akan dijalankan tersebut pun diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang dapat membantu para perusahaan anggota di seluruh nusantara untuk menekan biaya operasional sehingga tetap dapat memberikan pelayanan maksimal kepada setiap pelanggannya.

Feriadi beserta seluruh anggota Asperindo berharap agar pihak pemerintah dapat memberikan dukungan dan solusi atas permasalahan yang timbul akibat kenaikan biaya kargo udara. Ia pun berpendapat seyogyanya tarif SMU tidak naik, mengingat jumlah pengiriman melalui kargo udara terus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan industri pengiriman ekspres, pos, dan logistik, maupun UKM serta IKM yang didorong oleh pertumbuhan e-commerce yang signifikan dari tahun ke tahun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow, Transaksi e-Commerce...
Wow, Transaksi e-Commerce 2022 Diprediksi Tembus Rp540 Triliun
E-commerce Tumbuh Pesat,...
E-commerce Tumbuh Pesat, Digitalisasi Logistik Penting Agar Berdaya Saing
Star-Up Pengiriman Barang...
Star-Up Pengiriman Barang Berbasis Teknologi, Ondelivery Dorong Pertumbuhan e-Commerce
Perusahaan Ekspedisi...
Perusahaan Ekspedisi Bahagia Bersama E-Commerce
Era Serba Cepat, Fulfillment...
Era Serba Cepat, Fulfillment All-in-One Kunci Skalabilitas dan Efisiensi Bisnis
APLE Usulkan Solusi...
APLE Usulkan Solusi Menghilangkan Predatory Pricing Barang Impor
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Kriteria Penerima...
Ini Kriteria Penerima Diskon 50% Tarif Listrik di Awal 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved