Kendati Sudah Menguat, BI Anggap Rupiah Masih di Bawah Harapan

Selasa, 27 November 2018 - 17:01 WIB
Kendati Sudah Menguat,...
Kendati Sudah Menguat, BI Anggap Rupiah Masih di Bawah Harapan
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) telah kembali menguat. Sebelumnya, rupiah terus terdepresiasi hingga menyentuh level Rp15.000 per USD.

Dia mengaku bersyukur karena nilai tukar mata uang Garuda telah kembali menguat. Namun, Perry menganggap bahwa level rupiah saat ini masih di bawah yang diinginkan bank sentral (undervalued).

"Alhamdulillah rupiah sudah mulai menguat. Tapi kami masih memandang rupiah sekarang masih undervalued," ucapnya di JCC, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018. Dalam acara tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memuji habis-habisan Gubernur BI Perry Warjiyo, yang disebut-sebut telah berhasil meredakan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Jokowi mengatakan, pertempuran di level dunia sangatlah berat untuk Indonesia. Namun, BI konsisten melakukan intervensi pasar dan menaikkan suku bunga acuannya untuk menjaga stabilitas kurs rupiah.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah...
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah usai Terkapar di Rp17.425, Pembelian Dolar Diperketat
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved