Relokasi Industri Jabodetabek Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Rabu, 28 November 2018 - 01:09 WIB
Relokasi Industri Jabodetabek...
Relokasi Industri Jabodetabek Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Jateng
A A A
SEMARANG - Peningkatan sektor perekonomian di Jawa Tengah diharapkan bisa memacu peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Tengah, Nur Sa'adah, mengatakan sektor perekonomian terjadi peningkatan. Tahun 2017 tumbuh 5,27% dan sampai kuartal III tahun 2018 tumbuh 5,25%. "Ini lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,17%," kata Nur Sa’adah di Semarang, Selasa (27/11/2018).

Dia menerangkan, stabilnya perekonomian di Jawa Tengah tidak lain karena meningkatnya investasi melalui perbaikan kebijakan kemudahan berusaha dan terkendalinya laju inflasi. Pertumbuhan ekonomi pada 2019 diperkirakan sebesar 5,4%-5,8% dengan laju inflasi 4+1%.

Hanya saja, menurutnya, dari pantauan Fraksi PKB, pertumbuhan ekonomi ini terjadi karena diuntungkan adanya relokasi industri dari Jabodetabek. Relokasi ini disebabkan oleh tingginya upah di daerah tersebut. "Artinya, para investor berbondong-bondong ke Jawa Tengah karena tertarik dengan tingkat upah rendah," katanya.

Jikal hanya ini yang menjadi penyebabnya, kata Nur Sa'adah, pertumbuhan ekonomi tidak memacu peningkatan taraf kesejahateraan masyarakat. "Masyarakat hanya bertahan hidup dengan menjadi buruh dengan upah rendah," sebut politikus PKB asal kabupaten Demak ini.

Atas dasar itu, pihaknya meminta pemerintah untuk bisa menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi dengan beriringan dengan prinsip keadilan sosial.

Nur Sa'adah menambahkan, naik turunnya prosentase kemiskinan menjadi salah satu indikator penting sukses tidaknya program pemerintah. Jumlah kemiskinan di Jawa Tengah periode September 2017 sebanyak 4,20 juta jiwa (12,23%) turun pada periode Maret 2018 menjadi 3,90 juta jiwa (11,32%).

"Penurunan prosentase atau jumlah kemiskinan di Jawa Tengah patut diapresiasi namun juga perlu dikritisi. Banyak kasus di desa-desa, orang-orang miskin dimasukkan ke katagori mampu karena adanya keengganan aparatur mengakui kondisi yang sebenarnya. Ada perasaaan malu jika di desanya banyak warga yang miskin," katanya.

Mengenai target pemerintah untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2019, pada kisaran 4,33-4,37%, menurutnya hal ini bukan sesuatu hal yang mustahil.

"Oleh karenanya pemerintah harus bisa bersinergi dengan warga. APBD 2019 harus kita cermati bersama, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sejauh ini, kata dia, TPT terjadi pengurangan sebanyak, dimana sudah menurun pada angka 0,81 juta jiwa (4,51%). "Melalui perluasan dan pengembangan kesempatan bekerja serta peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja, tentu semua yakin bisa terus turun," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan...
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi di Jawa Tengah
Menko Airlangga Dorong...
Menko Airlangga Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah
Lantik Pengurus DPW...
Lantik Pengurus DPW Jateng, Kawendra Ingatkan Kebermanfaatan Gekrafs bagi Pelaku Ekraf
Program Infrastruktur...
Program Infrastruktur Gubernur Jawa Tengah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Dorong Ekonomi Syariah,...
Dorong Ekonomi Syariah, Ganjar Lakukan 4 Hal Ini di Jawa Tengah
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
3 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
3 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
4 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
4 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved