Skema Kemitraan Buruk, Pengemudi Grab Diprediksi Bakal Migrasi Massal

Kamis, 29 November 2018 - 23:07 WIB
Skema Kemitraan Buruk,...
Skema Kemitraan Buruk, Pengemudi Grab Diprediksi Bakal Migrasi Massal
A A A
JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) Harryadin Mahardika memprediksi migrasi massal yang dilakukan pengemudi Grab Indonesia ke Go-Jek, akan terus terjadi. Hal ini terjadi akibat skema kemitraan Grab yang buruk, yaitu mencakup bagi hasil antara mitra dengan aplikator, algoritma penarifan, serta jaminan keselamatan dan kesejahteraan bagi para pengemudinya.

"Migrasi ini jadi bukti kalau kondisi kemitraan di Grab lebih buruk. Selama itu tidak berubah, migrasi akan terus terjadi," kata Harryadin di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Dia menilai, hal ini wajar terjadi karena bercermin pada kondisi Grab yang menerapkan tarif terlalu rendah dan banjir promo hingga mengorbankan pendapatan pengemudi. "Grab di Indonesia terlalu berambisi mengejar valuasi dan market share. Tapi kondisi kemitraan antar pengemudinya dibiarkan payah," imbuh dia.

Tak hanya di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi pada pengemudi lokal Singapura bergabung ke Go-Jek yang hari ini resmi masuk pasar Singapura. Banyaknya pengemudi yang siap migrasi ke Go-Jek, menguatkan pandangan bahwa skema kemitraan di Grab tidak menarik dan tidak menguntungkan pengemudinya.

Fleksibilitas manajemen dalam menerima aspirasi pengemudi juga jadi faktor yang membuat Go-Jek terlihat lebih menarik. "Bagaimana Go-Jek bisa merawat hubungan dengan mitranya, juga jadi pembeda yang masuk dalam pertimbangan para pengemudi," tuturnya.

Lebih dilihat olehnya Go-Jek juga perlu menerima migrasi dari pengemudi ini sebagai bukti keunggulan model bisnisnya. Namun, secara hitungan ideal pengemudi, Go-Jek juga perlu hati-hati supaya tidak mengurangi pendapatan mitra yang sudah ada. "Perlu diterima secara bertahap dan memanfaatkan ekspansi Go-Jek ke kota-kota lain. Screening kualitas mitra juga tidak boleh jadi longgar," tandas Harryadin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dengan GrabProtect,...
Dengan GrabProtect, Tak Perlu Khawatir Naik Transportasi Online
Dihajar Pandemi Covid-19,...
Dihajar Pandemi Covid-19, Pendapatan Grab Loyo
Mitra Driver Mengeluhkan...
Mitra Driver Mengeluhkan Program Kepemilikan Mobil Grab
Jakarta Jadi Rumah Operasi...
Jakarta Jadi Rumah Operasi Grab di Asia, Sinyal Positif Investasi Jangka Panjang
Konglomerat Top Indonesia...
Konglomerat Top Indonesia Ini Dukung Rencana Go Public Grab Sebesar USD40 M
Penuhi Kebutuhan Selama...
Penuhi Kebutuhan Selama Ramadhan, Grab Luncurkan #SiapAntarRamadanmu
Berita Terkini
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
19 menit yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
40 menit yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved