Wall Street Rebound Menjelang Pertemuan Trump-Jinping

Sabtu, 01 Desember 2018 - 08:08 WIB
Wall Street Rebound...
Wall Street Rebound Menjelang Pertemuan Trump-Jinping
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) mengakhiri gejolak di bulan November, dengan ditutup manis menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan mitranya Presiden RRC Xi Jinping di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina. Pasar berharap pertemuan penting ini menghasilkan kesepakatan perdagangan.

Mengutip dari CNBC, Sabtu (1/12/2018), indeks Dow Jones Industrial Average naik 199,62 poin menjadi 25.538,46. Indeks S&P 500 dan Nasdaq keduanya naik 0,8% ditutup menjadi masing-masing 2.760,17 dan 7.330,54.

Wall Street rebound setelah mendapati kabar dari laporan Reuters, bahwa seorang pejabat China mengatakan terjadi peningkatan pembicaraan perdagangan antara AS dengan negaranya. Meski perbedaan pandangan kedua negara tetap ada.

Kabar ini mendapat sambutan dari pasar, salah satunya Jeff Powelll, managing partner di Polaris Greystone Financial Group, yang mengatakan, "kemajuan (pertemuan) itu membantu pasar untuk saat ini dan selanjutnya".

Harapan senada juga diucapkan Perwakilan Perdagangan AS, Robert Lightthizer yang mengharapkan pertemuan keduanya bisa "sukses" dan membawa gencatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Berita baik di atas membuat saham emiten AS yang memiliki eksposur besar di luar negeri meningkat. Caterpillar bertambah 4,2% dan Boeing terbang 1,2%.

Dengan berbalik menguatnya Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat yang juga perdagangan terakhir di bulan November, alhasil secara keseluruhan Wall Steet menghapus sedikit kerugian di bulan Oktober. Sepanjang November lewat, indeks S&P 500 telah naik 1,8%, Dow Jones bertambah 1,7% dan Nasdaq meningkat tipis 0,3%.

Pasar saham pun berharap tuah di bulan Desember, dimana saham-saham diperkirakan bergerak lebih volatile. Kepala Strategi Investasi di Baird, Bruce Bittles, mengatakan secara historis, pasar saham selalu baik di bulan Desember.

"Desember memiliki sejarah yang terkenal sebagai bulan kuat untuk pasar saham. Karena Natal meningkatkan keinginan belanja masyarakat. Dan November lalu, pasar saham telah berbalik menguat. Saya yakin tahun ini merupakan tahun kuat bagi pasar saham AS secara absolut," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
42 menit yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
11 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
11 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
12 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved