Kemenperin Pasok SDM Siap Kerja untuk Industri Petrokimia

Minggu, 02 Desember 2018 - 13:01 WIB
Kemenperin Pasok SDM...
Kemenperin Pasok SDM Siap Kerja untuk Industri Petrokimia
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui salah satu unit pendidikan vokasinya, Politeknik ATI Makassar tahun ini menghasilkan sebanyak 99 lulusan Diploma 1 (D1) Program Studi Teknik Kimia guna memasok permintaan PT Petrokimia Gresik.

"Agar produktivitas dan daya saing industri petrokimia kita semakin meningkat, yang perlu dilakukan antara lain adalah pembangunan kualitas SDM di sektor tersebut sesuai perkembangan sekarang di era industri 4.0," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar dalam siaran pers, Minggu (2/12/2018).

Program strategis untuk menyuplai tenaga kerja kompeten tersebut merupakan hasil kerja sama antara PT Petrokimia Gresik dengan Pusdiklat Industri dan Politeknik ATI Makassar. "Kami berharap, program semacam ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Selain itu bisa menjadi contoh untuk sektor lain dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil," tuturnya.

Sekjen menegaskan, pihaknya tengah fokus membangun SDM industri yang kompeten sesuai program prioritas pemerintah saat ini dan wujud implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Beberapa upaya yang telah dilakukan Kemenperin, di antaranya menyelenggarakan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi yang link and match dengan industri.

"Saat ini, kami memiliki sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik dan dua Akademi Komunitas yang semua lulusannya terserap bekerja di industri," ungkapnya. Kemenperin juga akan membangun Politeknik atau Akademi Komunitas di kawasan industri dan wilayah pusat pertumbuhan industri.

"Mulai tahun depan misalnya, kami akan memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Banten sebagai upaya memenuhi permintaan tenaga kerja di sektor industri petrokimia, yang setiap tahunnya dibutuhkan 500 orang tenaga kerja baru pada jenjang Diploma 3 (D3)," paparnya.

Di samping itu, Kemenperin menggulirkan program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri. Dalam program ini, Kemenperin telah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK. Kegiatan ini akan terus digulirkan di berbagai wilayah Indonesia, untuk mendukung target dalam menciptakan 1 juta tenaga kerja yang tersertfikasi pada tahun 2019.

Kemenperin juga menyelenggaraan program sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja industri, sehingga mereka bisa kompetitif di pasar dalam maupun luar negeri.

Haris menyampaikan, sesuai penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah sedang fokus memberikan prioritas dalam pengembangan industri kimia agar siap menjadi pionir untuk memasuki era industri 4.0.

"Jadi, seperti industri petrokimia yang merupakan sektor padat modal, padat teknologi dan lahap energi, yang pengembangannya perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Tujuannya supaya lebih berkontribusi bagi ekonomi dan berdaya saing di kancah global," jelasnya.

Kemenperin mencatat, industri petrokimia sebagai bagian dari industri kimia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, antara lain tercermin sebagai penghasil devisa negara melalui nilai ekspor sebesar USD1,12 miliar sampai dengan triwulan III/2018 atau naik 4,46% dibanding capaian tahun 2017. Sektor ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 554.500 orang.

"Industri petrokimia memiliki peranan strategis dalam proses industrialisasi karena industri ini sebagai salah satu sektor hulu yang menyediakan bahan baku untuk banyak sektor hilir sehingga keberlanjutan pembangunan industri petrokimia sangat penting bagi aktivitas perekonomian," ujar Haris.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen Pasok SDM Kompeten...
Komitmen Pasok SDM Kompeten ke Industri Petrokimia
Pemerintah Swiss Dukung...
Pemerintah Swiss Dukung Pengembangan Vokasi Industri RI
Pacu Ekonomi, Kemenperin...
Pacu Ekonomi, Kemenperin Perkuat SDM Teknologi Kertas
Kemenperin Suplai SDM...
Kemenperin Suplai SDM dari Sekolah Vokasi di Indonesia Timur
NEC Indonesia-Kemenperin...
NEC Indonesia-Kemenperin Teken MoU Pengembangan SDM Industri 4.0
RI-Jepang Pacu SDM Industri...
RI-Jepang Pacu SDM Industri Otomotif Kompeten Teknologi 4.0
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved