Sri Mulyani Menakar Kondisi Kemenkeu 10 Tahun Lagi di Era Digital

Rabu, 05 Desember 2018 - 05:17 WIB
Sri Mulyani Menakar...
Sri Mulyani Menakar Kondisi Kemenkeu 10 Tahun Lagi di Era Digital
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan kondisi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam 10 tahun ke depan di era digital. Sebelumnya mantan direktur Bank Dunia itu menceritakan sepuluh tahun lalu, Kemenkeu telah menjalankan sebuah reformasi birokrasi.

"Dari segi aturan, Pemerintah dan DPR telah menetapkan paket Undang-Undang Keuangan Negara sebagai salah satu tonggak reformasi di bidang keuangan negara. Dari perjalanan reformasi birokrasi ini, Kementerian Keuangan telah berhasil untuk membuat banyak perubahan," ujar Sri Mulyani seperti dilansir laman resmi media sosial miliknya.

Dia menambahkan, dari mulai Kemenkeu yang belum menjalankan paket Undang-Undang Keuangan Negara, membuat suatu Balance Score Card pertama kali di Kementerian. Kini mulai memikirkan bagaimana kinerja pegawai diukur dan adanya manajer kinerja untuk mengawal perjalanan pengukuran kinerja di Kementerian Keuangan. "Hal-hal tersebut sebagai sebuah capaian yang luar biasa untuk institusi sebesar Kementerian Keuangan," ungkapnya.

Di era sekarang ini, teknologi digital telah mengalami kemajuan yang pesat dan sudah mengubah gaya hidup masyarakat khususnya generasi millenial. Kegiatan dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, pola kehidupan sudah dipenuhi dengan teknologi digital. Membeli makanan, naik kendaraan, pesan barang, mencari hiburan, mencari rekomendasi berbagai hal, dan lain sebagainya dilakukan dengan aplikasi digital. Suka atau tidak, fakta sudah terjadi.

Menurutnya era digital akan mengubah bisnis proses yang dijalankan di Kemenkeu. Dalam satu dasawarsa itu pasti akan mengubah titik-titik kritis dalam sebuah organisasi. Proses pengambilan keputusan, desain organisasi maupun cara kita berinteraksi harusnya berubah.

"Era digital akan membuat orang lebih mudah belajar sehingga kemampuan pegawai akan lebih merata. Pengaruhnya, organisasi akan lebih flat. Dengan organisasi yang lebih landai, jumlah grade pegawai tidak harus dari satu hingga dua puluh tujuh. Dalam organisasi yang flat, tidak semua orang menginginkan menjadi Dirjen. Banyak orang yang menempati jabatan tertentu, dan sudah puas dengan itu," paparnya.

Konsekuensinya, ungkap dia dengan organisasi yang lebih landai maka level awal organisasi akan bisa dimampatkan dan grade pegawai bisa lebih ringkas, mungkin hanya lima saja. Pembagian pekerjaan akan lebih banyak berdasarkan spesialisasi. Hal ini akan membuat interaksi lebih cair karena adanya debirokratisasi dalam organisasi.

"Jumlah pegawai yang dibutuhkan bisa saja berkurang. Bayangkan 10 tahun lagi jumlah pegawainya tidak perlu bertambah banyak. Kalau pun bertambah mungkin karena kita melakukan ekstensifikasi pajak, atau untuk pegawai Bea Cukai yang bertugas menjaga keamanan wilayah perbatasan kita," terang Sri Mulyani.

Adanya satelit, teknologi, akan memengaruhi berkurangnya kebutuhan pegawai. Institusi akan beralih dari belanja untuk gaji ke belanja modal. Dalam era teknologi informasi, orang akan banyak lebih butuh barang modal yang lebih canggih, pengelola IT yang bisa memahami transaksi digital.

"Saya ingin Anda mimpi seperti yang saya mimpikan. Kalau saya bisa meletakkan mimpi saya di kepala Anda, mulai hari ini, dan kita sama-sana membangun. Saya yakin bisa," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Digital RI Bisa...
Ekonomi Digital RI Bisa Tembus USD65 Miliar di 2022
Menkeu Akui Pemanfaatan...
Menkeu Akui Pemanfaatan Ekonomi Digital Belum Maksimal
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Gara-Gara Corona, Pertumbuhan...
Gara-Gara Corona, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Minus 0,45%
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI
Rp16,4 Triliun Dicairkan...
Rp16,4 Triliun Dicairkan Pemerintah untuk Bansos PKH
Berita Terkini
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
37 menit yang lalu
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
3 jam yang lalu
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
4 jam yang lalu
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved