Pertamina Ekspor Perdana Produk Kilang TPPI ke China

Rabu, 05 Desember 2018 - 14:01 WIB
Pertamina Ekspor Perdana...
Pertamina Ekspor Perdana Produk Kilang TPPI ke China
A A A
JAKARTA - PT Pertamina bersama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) melakukan ekspor perdana produk petrokimia paraxylene sebanyak 10.000 metrik ton (MT) ke China guna memenuhi permintaan pasar di kawasan Asia Pasifik.

Ekspor perdana produk paraxylene Pertamina dan TPPI dilakukan seiring dengan tingkat produksikilang TPPI yang kini telah mencapai 67 ton per jam.

”Operasionalnya produk kami sudah mencapai 67 ton per jam. Bisa secara kontinu menghasilkan 70 ton paraxylene tiap jam sehingga selama sebulan sudah bisa memproduksi paraxylene sebanyak 50.000 metrik ton. Oleh karena itu, Pertamina menyalurkan ke domestik ataupun luar negeri,” ujar General Manager TPPI Tuban Sugeng Hermanto di Jakarta kemarin. Menurut dia, produksi paraxylene ini sudah melampaui kebutuhan pasar domestik.

Oleh karena itu, kelebihan produksi dapat diekspor ke luar negeri. Sementara itu, Manager Aromatic Olefin Pertamina Darius Darwis menambahkan, ekspor paraxylene ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar regional, khususnya di China. Ke depan, perseroan akan terus mengembangkan ekspor petrokimia.

”Pertamina dan TPPI akan melaksanakan tender untuk mencari pembeli terbaik, dengan volume sesuai rencana produksi TPPI,” kata Darius. Paraxylene adalah bahan baku utama untuk memproduksi PTA (purified terephthalic acid).

Paraxylene merupakan hasil produksi kilang petrokimia yang diproduksi dari bahan kondensat atau naptha. Hasil paraxylene sebagian besar berupa PTA yang menjadi komponen penting dalam industri tekstil.

Selain itu, paraxylene juga dapat diproses menjadi PET sebagai komponen utama bahan baku kemasan makanan dan minuman karena sifatnya tidak beracun. Paraxylene juga memiliki produk turunan yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, seperti tempat (casing) telepon genggam, dashboard pada kendaraan, dan sebagainya.

”Paraxylene itu merupakan hasil produk kilang petrokimia yang diproduksi dari bahan kondensat atau naphta. Kami berharap, sesuai dengan anjuran pemerintah, kita mengoptimalkan hasil produksi dalam negeri. Daripada memperbanyak impor kita lebih baik memperbanyak ekspor jadi akan menambah devisa negara tentunya keuntungan Pertamina juga akan lebih banyak dari sebelumnya,” paparnya. (Nanang Wijayanto)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
SRC Perkuat Pemberdayaan...
SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
17 menit yang lalu
Arus Kas Kontraktor...
Arus Kas Kontraktor Seret, Danantara Diminta Selamatkan Proyek Sekolah Rakyat
33 menit yang lalu
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
49 menit yang lalu
Melalui NHM Peduli,...
Melalui NHM Peduli, NHM Berbagi Hewan Kurban untuk Masyarakat Lingkar Tambang
1 jam yang lalu
Indodax Distribusikan...
Indodax Distribusikan Hewan Kurban ke Lima Titik Wilayah di Aceh
1 jam yang lalu
Kejar Tahun Ajaran Baru,...
Kejar Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Fungsional Juli 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved