IHSG dan Bursa Asia Memudar Karena Ketidakpastian Global

Rabu, 05 Desember 2018 - 16:47 WIB
IHSG dan Bursa Asia...
IHSG dan Bursa Asia Memudar Karena Ketidakpastian Global
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (5/12/2018), melemah 19,74 poin atau 0,32% ke level 6.133,12. IHSG melemah merespon depresiasi rupiah dan bursa regional Asia.

Awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,9% atau 55,22 poin ke level 6.097,64. Sepanjang Rabu ini, indeks diperdagangkan di 6.064,83-6.133,12.

Tujuh dari 10 indeks sektoral memerah, dengan aneka industri jatuh hingga 1,71%. Sementara itu, penguatan pada sektor industri dasar +1,70% dan perkebunan +1,61% tidak mampu mengangkat indeks.

Dari 568 saham yang diperdagangkan, 256 tertekan, 130 tetap dan 182 menguat. Nilai transaksi saham Rp8,45 triliun dari 9,98 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp710,97 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,97 triliun melawan aksi beli asing Rp2,26 triliun.

Bursa saham dalam negeri merespons penurunan pasar saham Asia pada Rabu ini, karena investor mengkhawatirkan potensi baru dari konflik dagang Amerika Serikat dengan China. Belum ada seminggu cairnya konflik dagang kedua negara, Presiden AS Donald Trump kembali memberi sinyal untuk menaikkan tarif terhadap impor barang China.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada rincian dari pertemuan AS-China di G20 di Buenos Aires, Argentina. Baik Washington dan Beijing kerap memberikan pesan-pesan yang berbeda, sehingga membingungkan investor.

Melansir dari CNBC, Rabu (5/12/2018), hal ini membuat pasar saham Asia masih dilanda kekhawatiran ketidakpastian global. Indeks Shanghai pun turun 0,61% menjadi 2.649,81 dan Shenzhen tersungkur ke 1.380,78. Hang Seng Hong Kong memudar 1,62% ke level 26.819,68.

Nikkei 225 Jepang turun 0,53% menjadi 21.919,33 dan Topix juga mundur 0,53% ke level 1.640,49. Kerugian juga terjadi di Kospi Korea Selatan yang melemah 0,62% menjadi 2.101,31.

ASX 200 Australia melemah 0,78% menjadi 5.668,40, karena PDB kuartal III-2018 di bawah ekspektasi.

Saham Perbankan Merugi Karena Kekhawatiran AS
Kejatuhan bursa saham Asia disebabkan kekhawatiran soal perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Hal ini merespons dari kejatuhan Wall Street pada dini hari waktu Asia. Dimana imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun jatuh ke titik terendah.

Hasil imbal obligasi AS bertenor 10 tahun jatuh 7 basis poin menjadi 2,915%. Begitu pula obligasi Treasury 30 tahun, yang diperdagangkan lebih rendah ke level 3,17%.

Saham mulai jatuh ke posisi terendah setelah Jeffrey Gundlach, CEO Doubleline Capital, mengatakan kepada Reuters bahwa pembalikan ini menandakan bahwa ekonomi "siap untuk melemah."

Hal ini membuat saham Mitsubishi UFJ Financial Group Japan turun 0,88%, Nomura Bank anjlok 3,28%. Di Hong Kong, saham HSBC terperosok 2,28% dan China Construction Bank merosot 1,32%.

Begitu pula dengan empat bank terbesar di Australia, dimana ANZ Bank (Australian and New Zealand Bank) tumpah 0,72%, Commonwealth Bank of Australia turun 1,13%, Westpac turun 1,16% dan National Australia Bank kehilangan 0,82%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perdagangan Bursa Awal...
Perdagangan Bursa Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 47,55 Poin
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Awas Investor, Bursa...
Awas Investor, Bursa Saham Bisa Terkoreksi di Awal Tahun
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved