Menkeu Keluhkan Pertumbuhan Ekonomi Beberapa Daerah Masih Rendah

Senin, 10 Desember 2018 - 14:13 WIB
Menkeu Keluhkan Pertumbuhan...
Menkeu Keluhkan Pertumbuhan Ekonomi Beberapa Daerah Masih Rendah
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, bahwa pertumbuhan ekonomi beberapa daerah tidak sesuai target yang diberikan. Salah satunya seperti Sumatera dan juga Nusa Tenggara Barat (NTB), lantaran hanya mengandalkan sektor komoditas sumber daya alam sehingga angka pertumbuhan ekonominya masih rendah.

"Kita lihat Sumatera dan Kalimantan ini masih di bawah rata-rata nasional untuk pertumbuhan ekonomi nasional, karena mereka tergantung komoditas. Jadi belum terdevikasi, kalau NTB kan karena ada bencana jadinya negatif," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Namun, terang dia ada beberapa daerah yang pertumbuhan ekonominya melewati dari target yang ditetapkan. Di antaranya Jawa dan wilayah Papua yang mana pembangunan infrastrukturnya lebih tinggi.

"Jadi pulau Jawa pertumbuhan ekonominya tinggi capai 5,7%. Nah selain Jawa ada Sulawesi yang capai 6,7% pertumbuhannya itu juga terjadi di Papua dan Maluku karena banyaknya pembangunan infrastruktur," terang dia.

Sementara tidak hanya itu, Ia pun menyarankan agar menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan baik agar meningkatkan kualitas sebagai alat untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi.

"Jadi gunakan APBN dan APBD yang baik, efisien dan tepat kualitas sehingga menghasilkan dampak dan memikirkan bagimana kita menciptakan penyederhaan prosedur untuk bisa modal mau hadir agar ditanamkan. Semua ini adalah salah satu tugas yang penting," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
TKDD, Transformasi Menuju...
TKDD, Transformasi Menuju 2045
Realisasi Transfer ke...
Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp571,5 Triliun, Pemda Diminta Percepat Belanja Daerah
Pendapatan Daerah Diproyeksi...
Pendapatan Daerah Diproyeksi Turun 9,31% Tahun Depan
BUMDes Merugi dan Terancam...
BUMDes Merugi dan Terancam Gulung Tikar Akibat Pandemi COVID-19
26 Tahun Otonomi Daerah,...
26 Tahun Otonomi Daerah, Masih Ada Daerah Miliki PAD di Bawah 20%
Sindir Kepala Daerah...
Sindir Kepala Daerah Soal APBD, Sri Mulyani: Ketika Presiden Mau Ngegas, Anda Ngerem!
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
55 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved