Bonus Demografi Tak Perlu Ditakuti, Ini Kuncinya

Sabtu, 22 Desember 2018 - 17:18 WIB
Bonus Demografi Tak...
Bonus Demografi Tak Perlu Ditakuti, Ini Kuncinya
A A A
JAKARTA - Bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada kurun 2020-2030 seharusnya bukan dijadikan momok. Justru menjadi potensi bagi Indonesia untuk melesat lebih jauh. Sebab, inilah momen Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan volume ekonomi terbesar.

“Apa yang kita takutkan? Negara-negara lain yang harusnya takut sama kita. Kok jadi kita yang takut sama diri kita sendiri,” kata Co-Founder Asumsi Pangeran Siahaan dalam acara Rebut 2024 di The Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan.

Rebut 2024 merupakan aksi yang diinisiasi Asumsi.co untuk mengajak anak muda Indonesia melihat ke masa depan dan mempersiapkan diri dalam menghadapi era disrupsi. Tepatnya ke tahun 2024 di mana Indonesia telah dipimpin oleh generasi baru politisi dan diperkirakan telah naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle income).

Para pembicara yang hadir antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Anwar Sanusi yang mewakili Eko Sandjoyo, CPO Kitabisa Vikra Ijas, Gustika Jusuf Hatta (anggota Supervisory Board Youth of Indonesia), dan Co-Founder Getcraft Anthony Reza Prasetya.

Pange -panggilan akrab Pangeran Siahaan- mengatakan, kita tidak perlu takut pada bonus demografi hanya karena merasa tidak siap. Padahal, bonus demografi harus dilihat sebagai tantangan. Bukan musibah.

“Saat bonus demografi terjadi, akan ada tambahan 11 juta tenaga baru. Jutaan tenaga produktif yang melimpah ini bakal mengerek pendapatan negara hingga dua kali lipat. Nggak bisa dibayangin bagaimana besarnya Indonesia nanti,” ujar Pange.

Hal senada diungkapkan Co-Founder Asumsi.co Iman Sjafei. Menurut dia, negara memang punya peran dalam menghadapi bonus demografi. Tapi, pemerintah tak bisa menjadi satu-satunya tumpuan.

“Pemerintah berperan dalam menyiapkan pondasi. Seperti konektivitas, baik melalui infrastruktur maupun digital, dan prioritas dalam politik anggaran. Kita sebagai anak muda yang pada 2020-2030 nanti menjadi pemegang kendali harus menyiapkan diri dengan kompetensi dan profesionalisme,” paparnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto yang menjadi salah satu pembicara mengatakan, situasi Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk menghadapi bonus demografi. “Kita berada di peringkat 16 besar ekonomi dunia,” ujar Menperin.

Airlangga menambahkan, negara yang memiliki bonus demografi memiliki pertumbuhan ekonomi 5,5-9%. Indonesia saat ini sudah 5,4%. “Salah satu kuncinya adalah fokus pada lima sektor. Yakni, makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, elektronik, dan kimia. Ini sektor-sektor yang cost-nya tidak terlalu besar tapi impact-nya luar biasa,” terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Dorong Pertumbuhan Industri,...
Dorong Pertumbuhan Industri, Balai Diklat Industri Jakarta Gelar Diklat 3in1
Kemenperin Cetak 38...
Kemenperin Cetak 38 Ribu Tenaga Kerja Industri sepanjang 2023
IOMKI Selamatkan 5 Juta...
IOMKI Selamatkan 5 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi
Mantul, KEK Galang Batang...
Mantul, KEK Galang Batang Bisa Serap Ribuan Tenaga Kerja
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
40 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved