Mantul, KEK Galang Batang Bisa Serap Ribuan Tenaga Kerja
Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:20 WIB
loading...
Pemerintah menargetkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau bisa menyerap 23 ribu tenaga kerja. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau bisa menyerap 23 ribu tenaga kerja . Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan pembangunan KEK ini telah mencapai 80% dan ditargetkan dapat beroperasi mulai tahun 2021.
"Dampak KEK Galang Batang terhadap perekonomian hingga saat ini pun sudah cukup baik dan harus terus ditingkatkan," kata Airlangga di Jakarta, Minggu (27/9/2020).
(Baca Juga: Dua KEK Baru dengan Investasi Rp32,2 Triliun Disetujui )
Kata dia, realisasi Investasi sampai dengan September 2020 adalah sebesar Rp11 triliun. Sementara realisasi penyerapan tenaga kerja dalam tahap pembangunan sebesar 3.500 orang.
“Ini luar biasa dan diharapkan bisa terus bertambah serta memberikan multiplier effect yang lain,” katanya.
(Baca Juga: Investor Asing Lirik Gresik, Bahlil Akan Bangun Kawasan Ekonomi Khusus )
Ia pun menggarisbawahi pendekatan yang tidak hanya mendirikan industri aluminium atau alumina saja, melainkan juga industri tekstil. “Jadi ini adalah pendekatan yang unik dan tidak banyak dilakukan di berbagai pabrik lain. Bapak-bapak yang pria bekerja di pabrik baja, sedangkan yang wanita bisa bekerja di pabrik tekstil,” tandasnya.
"Dampak KEK Galang Batang terhadap perekonomian hingga saat ini pun sudah cukup baik dan harus terus ditingkatkan," kata Airlangga di Jakarta, Minggu (27/9/2020).
(Baca Juga: Dua KEK Baru dengan Investasi Rp32,2 Triliun Disetujui )
Kata dia, realisasi Investasi sampai dengan September 2020 adalah sebesar Rp11 triliun. Sementara realisasi penyerapan tenaga kerja dalam tahap pembangunan sebesar 3.500 orang.
“Ini luar biasa dan diharapkan bisa terus bertambah serta memberikan multiplier effect yang lain,” katanya.
(Baca Juga: Investor Asing Lirik Gresik, Bahlil Akan Bangun Kawasan Ekonomi Khusus )
Ia pun menggarisbawahi pendekatan yang tidak hanya mendirikan industri aluminium atau alumina saja, melainkan juga industri tekstil. “Jadi ini adalah pendekatan yang unik dan tidak banyak dilakukan di berbagai pabrik lain. Bapak-bapak yang pria bekerja di pabrik baja, sedangkan yang wanita bisa bekerja di pabrik tekstil,” tandasnya.
Lihat Juga :