PDB Ekonomi Kreatif Diprediksi Tembus Rp1.200 Triliun

Kamis, 27 Desember 2018 - 08:05 WIB
PDB Ekonomi Kreatif...
PDB Ekonomi Kreatif Diprediksi Tembus Rp1.200 Triliun
A A A
SURABAYA - Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Restog Krisna Kusuma, optimistis tahun ini, sektor ekonomi kreatif mampu berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp1.200 triliun. Angka itu naik dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai Rp1.000 triliun.

Dari 16 subsektor ekonomi kreatif, yang paling berkontribusi besar terhadap PDB adalah kuliner. Disusul kriya dan fashion. Di Jawa Timur, ada 230.980 pelaku usaha kuliner.

"Kami optimistis angka Rp1.200 triliun bisa tercapai. Kami terus mendorong agar pelaku usaha ini (UMKM) bisa terintegrasi dengan digital untuk mengoptimalkan kinerja usahanya. Sayangnya, saat ini kurang begitu banyak pelaku usaha yang go digital. Ini karena ketidaktahuan mereka saja," kata Restog dalam sebuah acara di Hotel Mercure, Rabu (26/12/2018).

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, Tjahjono Haryono, menilai potensi kuliner di Jatim sangat besar. Hampir disetiap daerah memiliki kuliner yang khas. Semisal, Soto Lamongan, Pecel Madiun, Sate Madura, Kare Rajungan Tuban, Tepo Tahu Ngawi, Kupang Kerathon Pasuruan dan banyak lagi yang lainnya. "Saat ini kuliner sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan tujuan wisata," imbuhnya.

Dia menambahkan, saat ini orang tidak lagi ke suatu tempat untuk mengunjungi tempat wisata tertentu. Misalnya ke wisata alam maupun buatan. Sekarang kuliner sudah menjadi tujuan wisata. Bahkan ada orang Surabaya yang datang jauh-jauh ke Manado hanya untuk mencicipi kuliner yang ada di sana.

"Harus ada keberanian dari pengusaha kuliner untuk menampilkan produk mereka. Sejauh ini, banyak pengusaha kuliner yang kurang berani memamerkan karyanya," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, hal itu membuat pengusaha tersebut tidak maju. Nah, dengan adanya fasilitas dari pemerintah seperti rest area di jalan tol, itu menjadi peluang pengusaha kuliner menampilkan kuliner andalannya.

"Tapi pemerintah juga harus membantu. Misalnya, terkadang kan pengusaha kuliner itu keberataan terkait biaya sewa tempat. Mungkin untuk awal dibebaskan biaya sewa. Sebab, rata-rata pengusaha kuliner ada keterbatasan modal karena masih pelaku usaha kecil," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sandiaga Uno Ungkap...
Sandiaga Uno Ungkap Ekonomi Kreatif Sumbang Rp1.300 Triliun ke Negara
10 Negara Terkaya di...
10 Negara Terkaya di Dunia Berdasar PDB, Ada Tetangga Indonesia
Pernah Sejajar, Ekonomi...
Pernah Sejajar, Ekonomi Indonesia Kini di Bawah Malaysia
Ekonomi Jepang Bangkit...
Ekonomi Jepang Bangkit Lebih Cepat, Bukan karena Olimpiade?
Urutan 5 Anggota Baru...
Urutan 5 Anggota Baru BRICS dengan Ekonomi Terkuat Berdasarkan PDB Per Kapita
Jajak Pendapat Reuters:...
Jajak Pendapat Reuters: Ekonomi RI Kuartal II Tumbuh di Atas 6%
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
3 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
4 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
4 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
5 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved