Rupiah Naik Tipis di Akhir Perdagangan 2018, Yen Balik Hantam Dolar

Jum'at, 28 Desember 2018 - 17:36 WIB
Rupiah Naik Tipis di...
Rupiah Naik Tipis di Akhir Perdagangan 2018, Yen Balik Hantam Dolar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan tahun 2018, Jumat (28/12/2018) merayap tipis dengan kecenderungan berakhir variatif alias mixed. Pergerakan naik turun rupiah di akhir tahun mengiringi perlawanan Yen Jepang terhadap dolar AS.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah sedikit tertekan di sesi perdagangan sore hingga bertengger pada posisi Rp14.563/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.556/USD. Pergerakan harian rupiah berada pada posisi Rp14.530 hingga Rp14.570/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange tergelincir ke level Rp14.568/USD dibandingkan sesi kemarin Rp14.561/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.538-Rp14.572/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah justru menguat meski tidak terlalu besar menjadi Rp14.587/USD dari sebelumnya Rp14.607/USD. Rupiah menunjukkan sedikit membaik, saat dolar menunjukkan sedikit tertekan ke posisi

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah di akhir tahun 2018 menunjukkan sedikit perbaikan menjadi Rp14.542/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah naik tipis dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.563/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Yen Jepang naik setengah persen terhadap dolar pada perdagangan Jumat ketika investor mengurangi posisi aset berisiko setelah minggu yang bergejolak di pasar saham global. Ditambah mencuatnya kembali kekhawatiran tentang perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Barometer tradisional melihat kehati-hatian di pasar mata uang, maka Yen dan franc Swiss bersiap untuk mendapatkan keuntungan pekan ini seiring pasar yang tidak menentu dalam perdagangan tipis pada akhir tahun 2018. Kondisi tersebut telah merusak minat terhadap aset berisiko.

Indeks dolar yang mengukur nilainya versus enam mata uang utama, turun sekitar 0,15% menjadi 96,34 setelah kehilangan 0,5% dalam sesi sebelumnya. Sementara data ekonomi menunjukkan kepercayaan konsumen pada level terlemah dalam lebih dari tiga tahun di Amerika Serikat.

Selanjutnya penurunan tak terduga terlihat dalam industri di China, pengingat nyata bagi investor dari perkiraan memburuknya pertumbuhan global. Yen naik setengah persen terhadap dolar menjadi 110,43. Dimana Franc Swiss menguat 0,2% dan siap menuju kenaikan mingguan terbesar dalam hampir tiga bulan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
14 menit yang lalu
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
1 jam yang lalu
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
10 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
11 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
11 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
11 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Contraflow Arus...
Jadwal Contraflow Arus Mudik dan Balik Lebaran di Tol Jakarta-Cikampek
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved