Relaksasi DNI Jangan Korbankan Pelaku Industri

Rabu, 02 Januari 2019 - 13:51 WIB
Relaksasi DNI Jangan...
Relaksasi DNI Jangan Korbankan Pelaku Industri
A A A
JAKARTA - Rencana pelaksanaan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) diharapkan tidak hanya berorientasi pada upaya memasukkan investasi ke Indonesia.

Pemerintah perlu juga mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan bagi pelaku usaha lainnya dalam industri di sektor yang jadi terbuka bagi investor asing itu.

Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Ainul Huda mengatakan, pemerintah terlihat mendasarkan putusannya merelaksasi DNI dari daftar realisasi investasi milik Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang masih nol.

“Keinginan pemerintah untuk menarik investasi masuk tentu kita apresiasi. Tapi, dalam membuat kebijakan harus juga mempertimbangkan aspek lainnya seperti persaingan industri maupun keberpihakan terhadap pelaku usaha dalam negeri,” ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Apalagi, lanjut dia, banyak pelaku usaha dalam negeri merupakan pelaku usaha UMKM yang akan kesulitan bila menghadapi persaingan dengan pemodal asing. “Seperti pelaku usaha pengupasan umbi-umbian, percetakan, printing , sektor jasa survei, jajak pendapat atau penelitian pasar. Sektor-sektor itu sudah ada pelaku industrinya dan tidak juga merupakan sektor yang mendatangkan investasi besar,” katanya.

Ainul pun menyarankan agar pemerintah fokus kepada kebijakan ekonomi yang bisa mendatangkan investasi besar dan tidak mengganggu pelaku usaha UMKM yang sudah ada di industri itu. Sebelumnya, kalangan dunia usaha juga menolak kebijakan relaksasi DNI yang bisa memukul pelaku usaha UMKM dan dalam negeri.

Ketua Badan Otonom Hipmi Tax Center Ajib Hamdani mengatakan, relaksasi DNI cenderung tidak efektif menarik investasi asing. Relaksasi DNI ini bahkan membawa kegaduhan ekonomi di kalangan pelaku UMKM di Tanah Air. (Rakhmat Baihaqi)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
7 menit yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
19 menit yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
1 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
2 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
3 jam yang lalu
Infografis
Pakar Ingatkan Omongan...
Pakar Ingatkan Omongan Jokowi, Kebijakan Jangan Dikriminalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved