2018, Capaian Inflasi di Bangka Belitung Terkendali Sebesar 3,18%

Jum'at, 04 Januari 2019 - 22:17 WIB
2018, Capaian Inflasi...
2018, Capaian Inflasi di Bangka Belitung Terkendali Sebesar 3,18%
A A A
PANGKALPINANG - Pada Desember 2018, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tercatat mengalami inflasi yang terkendali sebesar 3,18% (yoy) atau secara bulanan sebesar 1,51% (mtm). Dengan pencapaian tersebut, inflasi Babel telah memenuhi target pancapaian inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 2,5% hingga 4,5% (yoy).

"Target inflasi tahun 2018 dapat tercapai berkat sinergi yang baik dan komitmen tinggi dari para pemangku kebijakan dalam mengimplementasikan upaya pengendalian inflasi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Tantan Heroika di Pangkalpinang, Jumat (4/1/2019).

Ia menjelaskan secara spasial, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi yang lebih tinggi dibandingkan Kota Tanjungpandan. Inflasi Pangkalpinang tercatat sebesar 1,88% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 3,45% (yoy). Sementara, inflasi Tanjungpandan tercatat sebesar 0,84% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,72% (yoy).

"Inflasi yang terjadi pada Desember 2018 ini didorong oleh kenaikan inflasi dari kelompok tranportasi dan bahan makanan yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,70% dan 0,67%," jelas Tantan.

Lebih lanjut disebutkan Tantan, tekanan inflasi dari kelompok transportasi disebabkan oleh tarif angkutan udara yang memberikan andil 0,84% (mtm). Kenaikan inflasi tarif angkutan udara ini sehubungan dengan pola musiman akhir tahun saat libur nasional Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, tekanan inflasi bahan makanan pada Desember 2018, utamanya disebabkan oleh sub kelompok sayuran dan ikan segar yang masing-masing memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,45% dan 0,22%.

"Kenaikan inflasi pada kedua sub kelompok ini disebabkan adanya curah hujan yang tinggi. Sehingga, menyebabkan gangguan panen sejumlah komoditas sayuran selain itu, angin musim barat dan gelombang tinggi menyebabkan aktifitas melaut nelayan menjadi terganggu menyebabkan keterbatasan pasokan ikan segar," paparnya.

Secara tahunan tekanan inflasi di Babel disebabkan oleh kelompok bahan makanan dengan andil inflasi tahunan sebesar 0,89% bersumber dari sub kelompok daging dan hasil-hasilnya (daging ayam beras).

Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan juga perlu mendapat perhatian karena memberikan tekanan inflasi yang cukup besar dengan andil sebesar 0,53%, dimana angkutan udara mendominasi sebagai penyumbang andil utama sebesar 0,23%.

Di sisi lain kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan tekanan inflasi sebesar 0,68%. Rokok kretek filter menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi dari sub kelompok ini yang disebabkan oleh kenaikan tarif cukai rokok pada 2018 dengan kenaikan rata-rata sebesar 10,04% dari seluruh jenis rokok.

Prestasi inflasi di 2018 telah meningkatkan optimisme untuk mengawal inflasi di 2019, dimana target inflasi yang ditetapkan Pemerintah tetap berada pada rentang 2,5% hingga 4,5% (yoy). Akan tetapi, risiko inflasi yang muncul dari kelompok bahan makanan dan transportasi perlu diantisipasi.

Tantan Heroika menjelaskan, strategi pengendalian inflasi di 2018 perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk mengawal inflasi di 2019 dan tahun-tahun mendatang. Pasalnya, pengendalian inflasi tahun 2019 akan diawali dengan penguatan Roadmap Pengendalian Inflasi Babel 2019-2021 yang mengedepankan ketahanan cadangan pangan dan ekosistem tata niaga yang sehat.

Selanjutnya, penguatan koordinasi dan komitmen antar anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Satgas Pangan perlu dipertahankan untuk mengefektifkan upaya pengendalian inflasi jangka pendek. Upaya pengendalian inflasi jangka panjang yang efektif juga akan dirumuskan agar dapat memecahkan permasalahan struktural inflasi di Bangka Belitung.

Penyusunan strategi jangka panjang ini juga akan mengacu pada arahan Presiden Joko Widodo dalam Rakornas TPID tahun 2018 yang berfokus pada keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

"Bank Indonesia mengapresiasi kekompakan dan alur koordinasi sistematis yang dilakukan oleh TPID dan Satgas Pangan dalam pengendalian inflasi 2018. Semoga di tahun 2019, kita dapat bersama-sama mempertahankan prestasi inflasi yang terkendali dan mengantarkan Babel menyongsong era inflasi yang rendah dan terkendali," pungkas Tantan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
Sempat Cetak Rekor Tertinggi,...
Sempat Cetak Rekor Tertinggi, Inflasi Babel Kini Terendah se-Indonesia
Ini 5 Jurus Pemerintah...
Ini 5 Jurus Pemerintah dan BI Mengendalikan Inflasi Tahun 2022
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Tok, BI Tahan Suku Bunga...
Tok, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Gubernur Kepulauan Bangka...
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Terima Penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved