Neraca Dagang Surplus, Impor Jabar dari Tiga Negara Masih Besar

Senin, 07 Januari 2019 - 13:31 WIB
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Impor Jabar dari Tiga Negara Masih Besar
A A A
BANDUNG - Kendati neraca perdagangan Jawa Barat (Jabar) per November 2018 mengalami surplus USD1,51 miliar, namun komposisi impor dari tiga negara ini justru terus melonjak. Akibatnya, ekspor-impor Jawa Barat dari China, Korea Selatan, dan Taiwan mengalami defisit.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Dody Herlando mengatakan, per November neraca perdagangan Jabar surplus USD1,51 miliar. Hal itu ditunjang oleh komoditi non migas sebesar USD1,59 miliar sedangkan komoditi migas defisit sebesar USD75,53 juta.

“Kalau dilihat dari transaksi perdagangan non migas Jawa Barat dengan 13 negara mitra utama, tiga negara mengalami defisit selama November 2018. Yaitu China, Korea Selatan, dan Taiwan sebesar USD257,12 juta,” kata Dody, Senin (7/1/2019).

Defisit neraca perdagangan ketiga negara tersebut menunjukkan struktur impor lebih besar ketimbang ekspor. Besaran defisit ke tiga negara itu pun cukup besar. Defisit ke China sebesar USD153,10 juta, Korea Selatan USD90,86 juta, dan Taiwan 13,16 juta.

Dengan China misalnya, angka defisit neraca perdagangan Jabar tercatat terus naik. Pada November 2017 lalu, defisit dengan China tercatat USD97,40 juta, naik menjadi USD153,10 juta pada November 2017. Begitupun dengan Korea Selatan, defisit USD47,80 juta pada November 2017 menjadi USD90,86 juta pada November 2018.

Lebih lanjut Dody menjelaskan, dari sisi volume, ekspor impor Jabar mengalami surplus 274.380 ton yang disumbang komoditi non migas sebesar 401.990 ton dan volume komoditi migas defisit 127.610 ton. Diketahui, Indonesia dan China terikat oleh perjanjian perdagangan bebas melalui ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA).

Perjanjian dagang itu telah diratifikasi oleh Indonesia melalui Keppres No.48 Tahun 2004 tentang Persetujuan Kerangka Kerja Mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh Antara Negara-Negara Anggota ASEAN dan Republik Rakyat China. Kerangka ACFTA tak hanya menyangkut perdagangan bebas kedua negara, tetapi juga kerja sama mempermudah investasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, PPKM Jadi Penyebabnya
Ekonomi Jabar Anjlok,...
Ekonomi Jabar Anjlok, Ridwan Kamil Minta Belanja Rutin Dimaksimalkan
Jawa Barat Diharapkan...
Jawa Barat Diharapkan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Nasional
Pulihkan Ekonomi Warga...
Pulihkan Ekonomi Warga Jawa Barat melalui JaFest 2021
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, Ini Kata Kepala BI
Pemerintah Cabut Izin...
Pemerintah Cabut Izin Operasional 58 Perusahaan di Jawa Barat
Berita Terkini
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
14 menit yang lalu
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
29 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
54 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
1 jam yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
1 jam yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved