Mitigasi Gempa Jadi Acuan Bangun Infrastruktur

Rabu, 09 Januari 2019 - 20:20 WIB
Mitigasi Gempa Jadi...
Mitigasi Gempa Jadi Acuan Bangun Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Kawasan Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, merupakan kawasan zona gempa. Hal ini membuat pembangunan infrastruktur di kawasan itu tetap mengacu mitigasi risiko gempa. Geolog Institut Teknologi Bandung (ITB), Abdullah Sanny, menyatakan zona gempa di kawasan Batangtoru bukan berarti tidak boleh ada pembangunan infrastruktur. Menurut Abdullah, pembangunan bisa berjalan sepanjang telah memiliki kajian penelitian komprehensif.

Hasil penelitian tersebut menjadi pedoman menentukan model infrastruktur yang dibangun. Langkah ini bertujuan memitigasi risiko kegempaan. "Itu bisa direkayasa. Artinya perlu diketahui bahwa vibrasi yang akan ditimbulkan oleh gempa terhadap bangunan dengan mendesain struktur yang sesuai," kata Abdullah dalam keterangan resmi, Rabu (9/1/2019).

Terkait kondisi Batangtoru yang berada di zona gempa, dan di kawasan itu akan dibangun Pembangki Listrik Tenaga Air (PLTA), Lismawaty dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut, menyatakan lokasi pembangunan PLTA Batangtoru tidak ada masalah. Menurut pengajar Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Medan itu, sepanjang memenuhi semua syarat kajian yang telah dilakukan, maka proyek Batangtoru dinilai sebagai solusi.

"Saya sangat optimistis berbagai kajian soal kegempaan yang juga sudah dilakukan akan membuat PLTA Batangtoru menjadi solusi dan justru tidak menjadi masalah," katanya dalam diskusi "Dinamika Tektonik dan Potensi Bahaya Gempa Segmen Toru, Khususnya PLTA Batangtoru" di Medan belum lama ini.

Dalam kesempatan sama, tenaga ahli PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Didiek Djawadi, mengatakan pembangunan penampungan air untuk proyek pembangkit listrik sepenuhnya dilakukan dengan memperhatikan berbagai kajian dan penelitian akademik. Kajian-kajian tersebut melingkupi kajian terkait potensi gempa dari berbagai sumber yang dimungkinkan seperti Subduction Zone, Shallow Crustal & Background serta Benioff Zone.

"Semuanya diperhitungkan berdasarkan potensi dari semua jenis sumber gempa yang dimungkinkan," katanya.

Berdasarkan kajian ini, pembangunan penampungan air tersebut dipastikan dilakukan dengan mempedomani berbagai prosedur yang menjadi standar nasional hingga standar internasional sebagaimana yang tercantum dalam Bulletin ICOLD (International Commissionon Large Dams), US Army Corpsof Engineer, dan standar lainya.

"Itu yang harus kita analisis, bagaimana membuat suatu bangunan yang tidak runtuh oleh gempa. Sehingga baik dari struktur, beton, jenis tipenya itu semua harus terukur sehingga dia tidak runtuh," ujarnya.

Masalah potensi gempa ini termasuk menjadi perhatian pegiat lingkungan terkait keberadaan perusahaan tambang di Batangtoru. Penampungan limbah tambang atau tailing menjadi salah satu persoalan yang harus menjadi perhatian pemerintah pada perusahaan pertambangan yang beroperasi pada daerah sesar gempa seperti di kawasan Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Direktur Jaringan Monitor Tambang (JMT), Ali Adam, menyatakan tak tertutup kemungkinan penampungan limbah yang biasanya mengandung bahan-bahan kimia berbahaya akan mengalami kerusakan saat terjadinya gempa. "Secara teknis kami tentu tidak pernah mengukur kekuatan, tentu itu menjadi bagian yang harus diawasi pemerintah," tukasnya.

Meskipun pihak perusahaan tambang mengklaim penampungan limbahnya aman, publik tetap mengkhawatirkan risiko yang terjadi jika gempa di sesar. Pemerintah dan pihak terkait harus belajar dari bencana kerusakan reaktor nuklir Fukushima, Jepang, yang sebelumnya digadang-gadang memiliki standar keselamatan tinggi, ternyata menimbulkan dampak pencemaran lingkungan fatal akibat kebocoran limbah setelah gempa terjadi.

Risiko serupa pun bisa terjadi terhadap penampungan limbah pertambangan emas di kawasan Batangtoru, yang saat ini saja sudah menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan Sungai Batangtoru.

Ali menyebutkan, pihaknya beberapa waktu lalu pernah melakukan investigasi terkait keberadaan kolam penampungan limbah tambang di Batangtoru. Hasilnya mereka memastikan perusahaan tersebut memiliki kawasan penampungan untuk memproses limbah tambang sebelum dibuang ke Sungai Batangtoru.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Resmikan Proyek Listrik...
Resmikan Proyek Listrik Rp72 Triliun, Prabowo Singgung Waspada Energi
Kapasitas PLTA Malea...
Kapasitas PLTA Malea Akan Ditambah Hingga 315 Megawatt
Pakai Sistem Water Waste,...
Pakai Sistem Water Waste, Pakar Sebut PLTA Batang Toru Tak Rusak Lingkungan
26 Proyek Pembangkit...
26 Proyek Pembangkit Listrik Bakal Diresmikan Prabowo Hari Ini, Berikut Daftarnya
Presiden Joko Widodo...
Presiden Joko Widodo Resmikan Pengoperasian PLTA Poso dan PLTA Malea
Akademisi Dukung PLTA...
Akademisi Dukung PLTA Batang Toru di Tapsel Segera Beroperasi
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved