IHSG Sesi Pagi Menanjak Naik Saat Bursa Asia Mixed
Jum'at, 18 Januari 2019 - 09:46 WIB
IHSG Sesi Pagi Menanjak Naik Saat Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (18/8/2017) dibuka menanjak naik, meski tidak terlalu besar dari sebelumnya. Tercatat, IHSG pagi ini menguat pada awal sesi sebesar 26,630 poin atau 0,414% menjadi 6.450,41.
Raihan tersebut lebih baik dari penutupan Kamis (17/1) yang bertengger pada posisi 6.423,78. Kenaikan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh peningkatan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu Bank Central Asia Tbk (BBCA), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Hingga pukul 09.04 WIB, harga saham BBCA naik 0,09% jadi Rp26.675 per unit. Adapun harga saham TLKM naik 0,50% ke Rp4.010, BBRI naik 0,52% jadi Rp3.830, BMRI naik 0,32% ke Rp7.900, dan HMSP naik 0,53% jadi Rp3.810 per saham.
Sementara itu seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia masih berjuang untuk mendapatkan keuntungan, meskipun pendapatan AS cukup kuat di tengah kekhawatiran terhadap perang dagang. Saham Asia Pasifik bergerak variatif alias mixed seiring kecemasan terhadap China kemungkinan membebani pasar saham untuk sentimen negatif pasar.
Nikkei Jepang menghapus kenaikan awal mendekati 0,3% hingga ditutup jatuh 40,48 poin atau 0,2% menjadi 20.402,27 sedangkan indeks Topix mendapatkan tambahan sebesar 5,43 poin yang setara 0,35% di level 1.543,2. Di Korea Selatan, indeks Kospi juga bergerak cenderung flat saat indeks patokan Australia ASX 200 naik 14,9 poin, atau 0,26% menjadi 5.850.1.
Pasar saham pada wilayah daratan China sebagian besar turun dengan Indeks Hang Seng di Hong Kong lebih rendah sekitar 0,5%. Selanjutnya indeks komposit Shanghai turun 0,42% untuk mengiringi penyusutan komposit Shenzhen sekitar 0,9%.
Raihan tersebut lebih baik dari penutupan Kamis (17/1) yang bertengger pada posisi 6.423,78. Kenaikan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh peningkatan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu Bank Central Asia Tbk (BBCA), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Hingga pukul 09.04 WIB, harga saham BBCA naik 0,09% jadi Rp26.675 per unit. Adapun harga saham TLKM naik 0,50% ke Rp4.010, BBRI naik 0,52% jadi Rp3.830, BMRI naik 0,32% ke Rp7.900, dan HMSP naik 0,53% jadi Rp3.810 per saham.
Sementara itu seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia masih berjuang untuk mendapatkan keuntungan, meskipun pendapatan AS cukup kuat di tengah kekhawatiran terhadap perang dagang. Saham Asia Pasifik bergerak variatif alias mixed seiring kecemasan terhadap China kemungkinan membebani pasar saham untuk sentimen negatif pasar.
Nikkei Jepang menghapus kenaikan awal mendekati 0,3% hingga ditutup jatuh 40,48 poin atau 0,2% menjadi 20.402,27 sedangkan indeks Topix mendapatkan tambahan sebesar 5,43 poin yang setara 0,35% di level 1.543,2. Di Korea Selatan, indeks Kospi juga bergerak cenderung flat saat indeks patokan Australia ASX 200 naik 14,9 poin, atau 0,26% menjadi 5.850.1.
Pasar saham pada wilayah daratan China sebagian besar turun dengan Indeks Hang Seng di Hong Kong lebih rendah sekitar 0,5%. Selanjutnya indeks komposit Shanghai turun 0,42% untuk mengiringi penyusutan komposit Shenzhen sekitar 0,9%.
(akr)
Lihat Juga :