BUMN Ikut Mengawal Petani Hingga Panen Raya

Minggu, 20 Januari 2019 - 17:26 WIB
BUMN Ikut Mengawal Petani...
BUMN Ikut Mengawal Petani Hingga Panen Raya
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berkomitmen membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Caranya dengan menugaskan BUMN mengawal para petani sejak awal tanam hingga panen raya.

Hal ini disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Gerakan Mengawal Musim Tanam (GMMT) OKMAR 2018/2019 di Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo menekankan kewirausahaan pertanian sebagai program meningkatkan potensi pertanian dan membantu petani dari segi permodalan, pemberian penyuluhan bagi petani hingga pemasaran hasil pertanian. Sehingga petani memilki daya tawar yang baik yang pada akhirnya mampu mendorong kesejahteraan petani.

GMMT OKMAR 2018/2019 merupakan bagian dari rangkaian aktivitas dalam Program Kewirausahaan Pertanian, dimana dalam program ini, PT Bank Negara Indonesia (BNI) bersinergi dengan Kementerian Pertanian memastikan seluruh kegiatan produksi petani dapat dikawal sedini mungkin, dalam hal penyediaan seluruh sarana dan prasarana produksi pertanian.

Di setiap lokasi GMMT aktivitas yang dilakukan meliputi pelaksanaan Padat Karya Tunai Normalisasi Saluran Irigasi (+/- 5 km), Penyaluran KUR dan Kartu Tani serta kegiatan Tanam Massal.

"Saya memastikan petani di sini bisa mendapatkan bimbingan mulai dari masa awal tanam, bagaimana petani bisa mendapat sarana prasarana, bibit dan bimbingan usaha. Ini tidak terlepas juga dari keterlibatan BUMN dalam program-program yang terus bersinergi atau bekerja sama dengan kementerian terkait sebagai bagian dari program kewirausahaan pertanian," ungkap Rini dalam keterangan resmi, Minggu (20/1/2019).

Dalam gerakan ini, sejak awal proses tanam, petani diupayakan dapat terpenuhi kebutuhan budidaya secara tepat waktu, sehingga petani dapat berproduksi dengan baik. Dalam periode pelaksanaan budidaya, petani akan dibimbing oleh penyuluh pertanian. Sedangkan saat panen, hasil gabah akan diserap Mitra Bumdes Bersama (MBB) dan dilakukan kegiatan serap gabah oleh BUMN pangan yang ditunjuk yaitu BULOG, PPI, Sang Hyang Seri, Pertani, RNI dan Pupuk Indonesia Pangan (PIP).

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni, mengungkapkan, program ini diharapkan dapat membantu petani sehingga lebih mandiri dan memiliki daya tawar lebih baik sehingga bisa memberikan kesejahteraan lebih baik kepada para petani.

Untuk menyukseskan Program Kewirausahaan Pertanian di Jawa Barat, BNI bekerjasama dengan PT Mitra Bumdes Bersama (MBB). Sampai dengan Desember 2018, kegiatan Kewirausahaan Pertanian, aktivitas yang sudah dilakukan meliputi penyediaan saprotan, penyerapan gabah kering panen petani sebanuak 8.099 ton, Penjualan beras 1.169 ton, hingga penyediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, Program Kewirausahaan Pertanian telah mengelola dan mengoperasionalkan Rice Mill Unit (RMU) modern yang sudah dibangun oleh BUMN. Program Kewirausahaan Pertanian juga mampu melakukan pendataan potensi petani yang ada di area kewirausahaan pertanian sebanyak 629.000 petani.

Dalam rangka Program Kewirausahaan Pertanian ini, juga dilakukan Pemberian fasilitas KUR kepada petani yang berada dalam area kewirausahaan Pertanian sebesar Rp 207 miliar kepada 9.536 petani. Untuk mempermudah apliasi KUR dan monitoring produksi pertanian telah difasilitasi dengan fasilitas digital melalui aplikasi Logistik Tani (Logtan).

"Kami memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, disertai pendampingan selama musim tanam Oktober-Maret. Pada saat panen pun, petani dipastikan akan mendapatkan pembeli siaga atau offtaker bagi petani sektor tanaman pangan di berbagai daerah sentra pangan di Indonesia," ungkap Baiquni.

Ia juga menegaskan, gerakan ini merupakan wujud kontribusi BNI untuk mensejahterakan petani, melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan murah di sektor pertanian dan perkebunan. Gerakan ini diharapkan menjadi salah satu penopang program pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas petani, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.

Dalam kesempatan ini juga BNI memberikan bantuan CSR berupa 5 unit hand tractor dan kegiatan Padat Karya Tunai (PKT). PKT dilakukan antara lain untuk menyediakan berbagai prasarana pendukung kawasan pertanian yang diikutsertakan dalam Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 ini.

Dalam rangka memajukan perekonomian Desa di Garut, Kementerian BUMN berkolaborasi dengan tujuh perusahaan negara meluncurkan program BUMN Shop, yang operasionalnya bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ketujuh BUMN dimaksud yakni Bank BNI, Pertamina, Pupuk Indonesia, PPI, Kimia Farma, Bulog, dan Telkom.

BUMN Shop adalah layanan one stop service di desa dengan layanan antara lain layanan perbankan, sembako dan produk UMKM, obat-obatan, kebutuhan pulsa dan internet, penyediaan produk BBM dan LPG, hingga kebutuhan Pupuk.

Program BUMN Shop merupakan inisiasi bersama antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, dengan menggandeng BUMDes sebagai motor penggeraknya."

"Tahap awal sudah kita lakukan di 15 Desa di Sukabumi dan kali ini di Garut. Harapannya produk-produk pertanian bisa dijual. Saya tentunya akan terus mengawal dan mednorong BUMN dalam sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat," tegas Menteri Rini.

Produk yang dijualdi BUMN Shop adalah barang-barang kebutuhan utama masyarakat yang diproduksi oleh BUMN antara lain kebutuhan pangan, bahan bakar, obat obatan, sarana pertanian, telekomunikasi, serta dilengkapi dengan kebutuhan harian lainnya.

Didalam BUMN Shop juga dijual produk lokal dan unggulan daerah yang dihasilkan masyarakat setempat. Dengan demikian maka produk yang dihasilkan dari Program Kewirausahaan Pertanian dapat dijual secara langsung di jaringan BUMN Shop.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Apresiasi Kepercayaan...
Apresiasi Kepercayaan Negara Lain Terhadap Indonesia
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved