Ekonomi China Tumbuh Melambat Jadi 6,4% di Akhir 2018

Senin, 21 Januari 2019 - 12:13 WIB
Ekonomi China Tumbuh...
Ekonomi China Tumbuh Melambat Jadi 6,4% di Akhir 2018
A A A
BEIJING - Ekonomi China terus melambat, bahkan hingga kuartal terakhir tahun 2018 seperti ditunjukkan data resmi pemerintah untuk kemudian memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap ekonomi global. Dalam tiga bulan terakhir tahun kemarin hingga Desember, ekonomi China tumbuh 6,4% dari tahun sebelumnya, atau turun dari 6,5% pada kuartal sebelumnya.

Seperti dilansir BBC, Senin (21/1/2018) sepanjang satu tahun penuh, ekonomi China telah meningkat 6,6% namun raihan tersebut berada dalam tingkatan paling lambat sejak 1990. Data ini sejalan dengan perkiraan tetapi menggarisbawahi kekhawatiran baru-baru ini tentang melemahnya pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia. Tingkat ekspansi China telah meningkatkan kecemasan tentang dampak potensial pada ekonomi global.

Perang dagang dengan AS telah menambah prospek suram. Ditambah angka resmi yang dirilis hari Senin menunjukkan tingkat pertumbuhan kuartalan terlemah sejak krisis keuangan global. Sementara pengamat China menyarankan agar berhati-hati dengan angka PDB resmi Beijing, data tersebut dipandang sebagai indikator yang berguna untuk lintas pertumbuhan negara.

Peringatan Perlambatan

Pertumbuhan Negeri Tirai Bambu -julukan China- telah mereda selama bertahun-tahun, tetapi kekhawatiran atas laju perlambatan di China telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena perusahaan membunyikan alarm atas kondisi pasar. Awal bulan ini Apple memperingatkan pelemahan tajam atas penjualan di China yang diyakini bakal menekan pendapatan.

Produsen mobil dan perusahaan lain juga telah berbicara tentang dampak perang dagang dengan AS. Pemerintah China telah mendorong pergeserab dari pertumbuhan yang didorong ekspor untuk lebih bergantung pada konsumsi domestik. Pembuat kebijakan di Beijing telah meningkatkan upaya dalam beberapa bulan terakhir untuk mendukung ekonomi.

Langkah-langkah untuk meningkatkan permintaan termasuk mempercepat proyek-proyek konstruksi, memotong beberapa pajak, dan mengurangi tingkat cadangan yang perlu dimiliki bank. Ekonom Capital Economics China yakni Julian Evans-Pritchard mengatakan ekonomi Tiongkok tetap lemah pada akhir 2018 "tetapi bertahan lebih baik daripada yang dikhawatirkan banyak orang".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
53 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved