Lahan Rawa Terbukti Hasilkan Padi Kualitas Unggul

Senin, 28 Januari 2019 - 22:37 WIB
Lahan Rawa Terbukti...
Lahan Rawa Terbukti Hasilkan Padi Kualitas Unggul
A A A
JAKARTA - Program Serasi (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani) terus digalakkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Melalui program ini, meski menanam padi di rawa, ternyata mampu menghasilkan padi kualitas unggul. Salah satunya lahan rawa dan gambut seluas 11 hektar di Desa Cendil, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, kini mulai menghasilkan padi kualitas unggul.

Panen perdana yang dilakukan kelompok tani Air Limpas Jaya ditargetkan bisa berkelanjutan setiap tahunnya. Adapun bibit padi yang digunakan dari jenis Infari 32 yang merupakan program bantuan dari Kementan.

"Alhamdulillah dari 32 hektar lahan yang disiapkan, 11 hektar sudah mulai dipanen. Setiap hektar hasilnya tiga sampai empat ton. Karena ini lahannya masih baru, kami patut bersyukur," kata Anggota Keltan Air Limpas Jaya, Keman, Senin (28/1/2019).

Dalam menggarap lahan rawa tersebut, Keman dibantu personel TNI yang dikoordinir Babinsa Desa Cendil, Sersan Satu Budiman dan Pelda Herman Efendi, dalam pembukaan lahan hingga proses tanam.

Dalam penanaman selanjutnya sistem pengairan dan pemberian pupuk organik bakal dimaksimalkan dengan harapan panen padi bisa mencapai 7 sampai 8 ton per hektar.

Petugas Penyuluh Lapangan Desa Cendil, Alinia, mengatakan pembukaan lahan baru untuk tanaman pangan merupakan upaya pemerintah dalam swasembada pangan. Kesiapan lahan serta keterampilan masyarakat dalam bercocok tanam juga terus ditingkatkan secara bertahap.

"Paling tidak kebutuhan beras untuk Desa Cendil dan sekitarnya bisa terpenuhi dulu. Setelah keterampilan meningkat, Bangka Belitung diharapkan tidak mendatangkan beras dari daerah lain lagi," ucapnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Dadih Permana, mengatakan lahan rawa memiliki keunggulan soal ketersediaan air dibandingkan dengan lahan sawah lainnya. Air di sawah lahan rawa bisa tersedia sepanjang tahun.

"Keunggulan utama lahan rawa adalah airnya tersedia sepanjang tahun. Jadi, disaat wilayah lain kemarau dan kekeringan, lahan rawa justru dapat berproduksi optimal dan panen raya," kata Dadih Permana dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews di Jakarta.

Ia mengatakan, Kementan terus melakukan pengembangan lahan pertanian dengan memanfaatkan rawa sebagai lahan produktif. Setidaknya ada 34,1 juta hektar yang saat ini masuk tahap proses garapan, dengan 9,2 juta hektar di antaranya dimanfaatkan untuk pertanian sawah dan hortikultura. Lahan tersebut saat ini tersebar di tiga pulau besar, yakni Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

"Untuk padi atau sawah sudah mencapai 14,2 juta hektar, hortikultura mencapai 3,1 juta hektar dan tanaman tahunan mencapai 1,9 juta hektar," lanjut Dadih Permana.

Kendati demikian, ia menyadari kalau pengerjaan lahan rawa bukan tanpa kendala. Awalnya, program ini sulit mengubah sikap atau pola pikir sebagian besar petani yang masih tradisional. Kemudian tantangan berikutnya adalah kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi yang belum sepenuhnya maju, serta masih terbatasnya implementasi teknologi sehingga produktivitasnya rendah.

"Tapi saat ini sudah ada program Serasi yang merupakan implementasi dari inovasi teknologi pertanian yang berhasil mengubah dan membudidayakan lahan tandus menjadi produktif. Apalagi sudah terintegrasi dengan peternakan ikan dan itik," katanya.

Dadih menambahkan, program ini berhasil meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 melalui normalisasi tata air, baik saluran air, pintu air, tanggul, pompa, dan lain-lain. Selain itu, produktivitas padi juga meningkat.

"Namun pelaksanaan program ini tetap wajib didukung koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Optimasi Lahan Rawa
Lahan Rawa di Banyuasin...
Lahan Rawa di Banyuasin Dikembangkan untuk Tumbuhkan Wirausaha Muda Pertanian
Pertanian Lahan Rawa...
Pertanian Lahan Rawa Dikembangkan Petani Muda Banyuasin
Percepatan Tanam Mulai...
Percepatan Tanam Mulai Dilakukan Oleh Petani dan Penyuluh Kostratani Musi Rawa
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani Muda Berpartisipasi di YAA Lahan Rawa 2024
Jaga Lahan dari Hama,...
Jaga Lahan dari Hama, Petani Cilacap Diajak Asuransikan Lahan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved