Jaringan Supermarket Asal Inggris Tesco Bakal PHK 9.000 Pegawai

Selasa, 29 Januari 2019 - 15:31 WIB
Jaringan Supermarket...
Jaringan Supermarket Asal Inggris Tesco Bakal PHK 9.000 Pegawai
A A A
CHESHUNT - Jaringan supermarket asal Inggris, Tesco mengumumkan bakal menutup 90 toko sebagai bagian dari rencana penghematan biaya yang secara luas bakal mempengaruhi nasib 9.000 pegawai mereka. Kelompok ritel terbesar di Inggris menerangkan, 700 toko yang tersisa mencakup gerai ikan, daging serta toko serba ada masih beroperasi penuh atau lebih fleksibel.

Seperti dilansir BBC, mereka memastikan tidak akan lagi menawarkan layanan makanan cepat saji di kantin dan staf kantor pusat akan dipangkas. Dikatakan 9.000 pekerja akan terpengaruh, tetapi setengahnya diyakinkan bisa dipekerjakan kembali. Lebih dari 10.000 tenaga kerja menerima PHK di Tesco sejak chief executive saat ini, Dave Lewis, mengambil alih pada tahun 2014.

Toko bahan makanan terbesar di Inggris tersebut berada di tengah-tengah upaya untuk penghematan mencapai sebesar 1,5 miliar poundsterling seiring meningkatnya persaingan antara supermarket. "Tidak hanya gaja belanja konsumen yang berbeda, tetapi kami tahu bahwa mereka juga memiliki waktu lebih sedikit untuk berbelanja yang berarti mereka lebih jarang ke toko," jelas perusahaan.

Pihak Tesco menambahkan, bakal perubahan pada beberapa toko besar untuk memastikan bahwa kami memiliki penawaran yang tepat untuk pelanggan. Pengamat Theo Leggett, mengutarakan untuk sebuah perusahaan yang menghasilkan laba lebih dari satu miliar pound setahun, dan melihat perdagangan Natal yang cukup kuat, Tesco tampaknya sangat ingin memangkas biaya.

Namun alasannya cukup sederhana yakni persaingan antar supermarket sangat ketat. Perusahaan diskon dari Jerman, Aldi dan Lidl, yang tiba pada tahun 1990-an, sekarang berkembang cukup besar untuk membuat dampak nyata. Mereka terus mengikis pangsa pasar pemain mapan, termasuk Tesco, dan memaksa mereka untuk menurunkan harga mereka sendiri.

Dan jika regulator persaingan memungkinkan Sainsbury untuk mengambil kendali Asda, maka Tesco akan kehilangan dominasi pasarnya - dan dihadapkan dengan saingan yang sama kuat dengan dirinya sendiri, dengan daya tawar yang sama di antara pemasok. Itu bisa memberi tekanan lebih lanjut pada penetapan harga dan margin keuntungan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prospek Ekonomi Cerah,...
Prospek Ekonomi Cerah, Raksasa Supermarket Australia Gabung ke Crown Group
Pandemi Usai, Alfamidi...
Pandemi Usai, Alfamidi Siapkan Rp1,6 Triliun untuk Bangun Gerai
Punya 97 Gerai, Begini...
Punya 97 Gerai, Begini Trik Ritel Fesyen Kalangan Bawah Menghadapi para Raksasa
Pemilu 2024 Tak Berdampak...
Pemilu 2024 Tak Berdampak Signifikan ke Pasar Ritel Modern, Apa Sebabnya?
Centro Pailit, APPBI:...
Centro Pailit, APPBI: Pertumbuhan Ekonomi Masih Sebatas Mengurangi 'Minus'
K3Mart Raih Penghargaan...
K3Mart Raih Penghargaan Best Leading Retail Innovation of the Year
Berita Terkini
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
16 menit yang lalu
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
47 menit yang lalu
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
2 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
2 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved