Gubernur BI: Dampak Penyesuaian Suku Bunga Butuh 1,5 Tahun

Selasa, 29 Januari 2019 - 17:57 WIB
Gubernur BI: Dampak...
Gubernur BI: Dampak Penyesuaian Suku Bunga Butuh 1,5 Tahun
A A A
JAKARTA - Sepanjang tahun 2018, Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan atau BI 7 – Day Reverse Repo Rate sebanyak enam kali. Dari Mei hingga Desember, suku bunga acuan naik 175 bps dari 4,50% menjadi 6,00%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dampak penyesuaian suku bunga acuan terhadap perekonomian setidaknya membutuhkan waktu selama enam kuartal atau sekitar 1,5 tahun. Hal ini berdasarkan Kebijakan suku bunga acuan ini dilakukan melalui pendekatan pre-emptive untuk menyikapi perkembangan ekonomi global.

" Dengan kebijakan-kebijakan dengan preempetive dan fwd looking, suku bunga acuan BI udah hampir mencapai puncaknya dan itu akan review di RDG bulanan yang akan datang. Dampak kenaikan suku bunga ke inflasi serta ekonomi memerlukan jangka waktu enam kuartal atau 1,5 tahun," ujar Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Sambung dia, arus modal yang meningkat mendorong stabilitas pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Tentunya rupiah yang bergerak stabil dan cenderung menguat akan menjaga fundamental ekonomi semakin kuat.

"Arus modal asing itu, investasi portofolio, baik itu di SBN, saham itu terus naik. Bahkan di tahun ini terus berlangsung dan mendukung salah satu stabilitas dari sisi nilai tukar," tandasnya.

Perry menambahkan, alasan kenaikan suku bunga acuan yang agresif dilakukan BI agar mendorong penurunan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), serta memberikan imbal hasil yang baik bagi instrumen keuangan negara.

"Sebagai bauran kebijakan pada naikkan subung, kita kendorkan likuiditas. Makanya, kita kendorkan likuiditas. Tahun lalu likuiditas cukup, November kendorkan aturan-aturan likuditasnya," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
16 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved