Rupiah Berakhir Berbalik Ambruk Iringi Lompatan Pounds
Rabu, 30 Januari 2019 - 17:34 WIB
Rupiah Berakhir Berbalik Ambruk Iringi Lompatan Pounds
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (30/1/2019) ditutup berbalik ambruk setelah sebelumnya sempat melesat naik. Kurs rupiah yang masih fluktuatif mengiringi lompatan tingggi Poundsterling terhadap mata uang rivalnya.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah anjlok pada sesi sore perdagangan tengah pekan menjadi Rp14.126/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.091/USD. Pergerakan harian rupiah menutup perdagangan jelang akhir bulan Januari 2019 berada pada posisi Rp14.080 hingga Rp14.127/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga jatuh ke level Rp14.131/USD dibandingkan kemarin Rp14.094/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.087-Rp14.131/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah justru tertekan dalam sesi-sesi akhir perdagangan hari ini setelah sebelumnya sempat membaik. Tercatat, mata uang Garuda merosot hingga level Rp14.131/USD dari Selasa kemarin yang sempat pulih Rp14.095/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah menunjukkan keterpurukan ke level Rp14.112/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tenggelam sangat dalam, dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.098/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Poundsterling mencetak kenaikan pada hari Rabu setelah penurunan yang dipicu oleh penolakan parlemen Inggris terhadap amandemen untuk menunda Brexit, karena investor bertaruh pemerintah masih akan menghindari keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan perdagangan yang disepakati.
Pound jatuh 0,7% pada hari Selasa setelah anggota parlemen memilih untuk menuntut Perdana Menteri Theresa May menegosiasikan kembali persyaratan Brexit. Akan tetapi menolak amandemen yang akan menunda keluarnya Inggris dari jadwalpada 29 Maret, mendatang.
Pada hari ini, Pounds naik 0,3% menjadi 1,3111 terhadap dolar ketika sempat turun sekitar satu sen pada hari Selasa setelah pemungutan suara. Terhadap euro, pound juga menguat sekitar 0,15% ke level 87,4.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah anjlok pada sesi sore perdagangan tengah pekan menjadi Rp14.126/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.091/USD. Pergerakan harian rupiah menutup perdagangan jelang akhir bulan Januari 2019 berada pada posisi Rp14.080 hingga Rp14.127/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga jatuh ke level Rp14.131/USD dibandingkan kemarin Rp14.094/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.087-Rp14.131/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah justru tertekan dalam sesi-sesi akhir perdagangan hari ini setelah sebelumnya sempat membaik. Tercatat, mata uang Garuda merosot hingga level Rp14.131/USD dari Selasa kemarin yang sempat pulih Rp14.095/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah menunjukkan keterpurukan ke level Rp14.112/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tenggelam sangat dalam, dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.098/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Poundsterling mencetak kenaikan pada hari Rabu setelah penurunan yang dipicu oleh penolakan parlemen Inggris terhadap amandemen untuk menunda Brexit, karena investor bertaruh pemerintah masih akan menghindari keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan perdagangan yang disepakati.
Pound jatuh 0,7% pada hari Selasa setelah anggota parlemen memilih untuk menuntut Perdana Menteri Theresa May menegosiasikan kembali persyaratan Brexit. Akan tetapi menolak amandemen yang akan menunda keluarnya Inggris dari jadwalpada 29 Maret, mendatang.
Pada hari ini, Pounds naik 0,3% menjadi 1,3111 terhadap dolar ketika sempat turun sekitar satu sen pada hari Selasa setelah pemungutan suara. Terhadap euro, pound juga menguat sekitar 0,15% ke level 87,4.
(akr)