Impor Jagung Tanpa Kuota Bikin Petani Khawatir

Kamis, 31 Januari 2019 - 15:36 WIB
Impor Jagung Tanpa Kuota...
Impor Jagung Tanpa Kuota Bikin Petani Khawatir
A A A
JAKARTA - Petani jagung menyayangkan keputusan Pemerintah kembali membuka keran impor jagung pakan. Tidak seperti kebijakan impor pangan sebelumnya, impor jagung kali ini bahkan tanpa kuota.

Menurut Ketua Asosiasi Petani dan Pedagang Jagung Indonesia Solahudin, kebijakan impor menjelang masa panen raya memang sedikit menyakitkan para petani dan peternak. Pasalnya, mereka khawatir kebijakan ini berdampak langsung pada kualitas dan harga jagung lokal.

"Akhir Februari ini kan kita sudah masuk masa panen raya. Otomatis kebutuhan jagung juga akan tercukupi. Jadi sekali lagi kebutuhan peternak sudah cukup. Saya sudah tak bisa ngomong apa-apa kalau memang impor tetap dilakukan," ujar Solahudin di Jakarta.

Kekhawatiran petani cukup beralasan, mengingat Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin memprediksi, impor terbaru ini akan masuk pada akhir Februari 2019. Sebelumnya Menko Darmin menjelaskan kebijakan impor dilakukan karena kebutuhan peternak yang mendesak.

Menurutnya impor 30 ribu ton jagung yang terakhir belum bisa mencukupi kebutuhan sehingga perlu ditambah melalui impor tanpa kuota. "Permintaan-permintaan dari peternak kecil menengah baik petelur maupun pedaging itu masuk terus ke Bulog. Sehingga waktu Kamis itu, waktu kita _review_ bahkan impor yang 30 ribu kemudian yang sudah di jalan itu sudah habis, permintaannya lebih banyak dari situ," katanya.

Meski demikian Darmin yang pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia menjamin, keseluruhan impor tidak akan mengganggu harga jual jagung petani. Seperti diketahui akhir November 2018 lalu Pemerintah juga memutuskan mengimpor jagung sebanyak 100.000 ton menyusul kelangkaan jagung di kalangan peternak ayam petelur (layer) UMKM.

Anggota Parlemen Bela Petani Jagung


Berdiri di belakang petani jagung, secara terpisah anggota parlemen dari Komisi IV DPR RI, Roem Kono juga sangat menyayangkan kebijakan impor jagung tanpa kuota hingga pertengahan Maret 2019. Pasalnya, produksi jagung saat ini melimpah karena berbagai daerah sedang memasuki musim panen raya.

"Perlunya impor jagung itu kan hanya pendapat Pak Menko Darmin saja jika dilihat dari sisi ekonomi. Tapi dilihat dari fakta lapangan tidak begitu, justru awal tahun 2019 ini kita sedang menghadapi panen raya jagung. Pak Menko Darmin sebaiknya turun ke lapangan," demikian diungkapkan Roem Kono saat panen raya jagung di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, kemarin.

Sebagian ladang jagung pakan di tanah air mulai panen sejak pertengahan Januari lalu. Di Provinsi Jawa Timur perkiraan luas panen pada Januari 2019 sebesar 17.286 Ha, khususnya Kab. Probolinggo seluas 3.000 Ha. Dari luas lahan itu perkiraan produksi jagung provinsi Jawa Timur bulan Januari sebesar 102.779 ton pipilan kering (PK). Sedangkan produksi Jagung Kab. Probolinggo mencapai 21.000 Ton dengan rata-rata produksi 7 Ton/Ha PK.

Saat menghadiri panen jagung di Desa Randu Merak, Kec. Paiton, Kab. Probolinggo, Jawa Timur (16/1), Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman sempat menyampaikan harapan agar hasil panen segera diserap untuk stabilisasi harga jagung pakan.

Dari 38 Kabupaten di Jawa Timur, diperkirakan potensi panen jagung pada Februari 2019 mencapai 273.564 Ha dengan perkiraan produksi mencapai 1,2 juta ton Pipilan Kering. Sedangkan untuk Maret perkiraan Luas panen seluas 175.011 Ha dengan potensi produksi sebesar 636.610 Ton Pipilan Kering.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Pangan RI Butuh...
Industri Pangan RI Butuh 1,6 Juta Ton Jagung di Tahun 2022, Pasokan Masih Seret
Panen Jelang Akhir Tahun,...
Panen Jelang Akhir Tahun, Petani Jagung Untung Besar
Wah, Harga Jagung di...
Wah, Harga Jagung di Indonesia Lebih Mahal Daripada di Amerika
Benih Jagung Pasuruan...
Benih Jagung Pasuruan Tembus Pasar Meksiko
Ini Biang Kerok Harga...
Ini Biang Kerok Harga Jagung Kerap Melambung
Hasil Panen Minim, Harga...
Hasil Panen Minim, Harga Jagung di Gowa Naik
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
6 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
6 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
7 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
10 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
11 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
11 jam yang lalu
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved