Impor Jagung di Tengah Panen, DPD Minta Darmin Tak Buru-buru

Kamis, 31 Januari 2019 - 22:12 WIB
Impor Jagung di Tengah...
Impor Jagung di Tengah Panen, DPD Minta Darmin Tak Buru-buru
A A A
JAKARTA - Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba ikut angkat bicara guna menyoal kebijakan impor jagung yang diusung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Menurutnya, impor jagung di tengah musim panen merupakan yang salah.

"Menteri Perekonomian Pak Darmin tolong lah tidak terburu-buru impor jagung, yang diimpor kemarin itu sudah cukup, ini sudah masuk musim panen jagung," demikian ujar pria yang biasa disapa Parlindungan di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Ia mencontohnya, panen jagung saat ini sedang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dimana luas yang siap panen mencapai 27.000 hektar. "Tengoklah Kabupaten Karo, ada 27.000 hektar siap panen, kabupaten lain juga panen," ujarnya.

Harga jagung saat ini sekitar Rp4.700 per kg dan diyakini akan cenderung turun seiring panen di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Apalagi jika impor masuk, harga akan lebih anjlok lagi dan petani merugi.

Lebih lanjut Ia menambahkan, hendaknya kalaupun ada impor secara nasional harus melihat kebutuhan regional dan lokal. Jangan didistribusikan ke daerah yang bisa swasembada karena akan menyusahkan petani karena harga akan rendah sekali. "Jadi kebijakan nasional harus berdasarkan keadaan daerah yang berbeda-beda, ajak Pemerintah Daerah diskusi," tegasnya.

Oleh karena itu, pria asal Sumatera Utara ini mengatakan agar hati-hati dalam mengambil keputusan impor. Buktinya, pengalaman 2018 impor beras 2 juta ton, pasokan banyak, stok cukup, impor sudah masuk, tapi harga beras tak kunjung turun. "Mestinya dengan impor harga langsung turun. Ini kan tanggungjawab kebijakan pak Darmin," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo, Sarjana Purba turut mengaku kekecewaan terhadap pernyataan Menko Darmin bahwa tidak ada panen jagung. Padahal, saat ini di Kabupaten Karo, Sumatera Utara sedang berlangsung panen raya. "Menteri Darmin datanglah ke Karo. Supaya kita lihat hamparan jagung yang begitu luas di Karo ini. Ada sekitar 27.000 hektar lagi belum panen pak," sebutnya.

"Dengan segala kerendahan hati jangan impor jagung. Jagung di Karo jagung terbaik. Jauh lebih bagus dari jagung impor. Jagung impor itu minyaknya sudah disedot jadi lebih murah," sambungnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Pangan RI Butuh...
Industri Pangan RI Butuh 1,6 Juta Ton Jagung di Tahun 2022, Pasokan Masih Seret
Panen Jelang Akhir Tahun,...
Panen Jelang Akhir Tahun, Petani Jagung Untung Besar
Wah, Harga Jagung di...
Wah, Harga Jagung di Indonesia Lebih Mahal Daripada di Amerika
Benih Jagung Pasuruan...
Benih Jagung Pasuruan Tembus Pasar Meksiko
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Ini Biang Kerok Harga...
Ini Biang Kerok Harga Jagung Kerap Melambung
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
2 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
3 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
3 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
3 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
4 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved