Waspada Hasil Riset Abal-abal Bisnis Transportasi Online

Jum'at, 01 Februari 2019 - 05:31 WIB
Waspada Hasil Riset...
Waspada Hasil Riset Abal-abal Bisnis Transportasi Online
A A A
JAKARTA - Dampak positif kehadiran bisnis transportasi online (ride-hailing) diperkuat dengan beberapa hasil riset (study) oleh lembaga berkredibilitas tinggi. Namun, baru-baru ini, kewaspadaan terhadap hasil riset mengemuka karena mulai muncul penelitian "pesanan" dengan metodologi penelitian yang tak sesuai kaidah sehingga bisa merusak industri baru di Indonesia itu.

Peneliti Senior Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sukamdi, mengkritisi klaim sebuah lembaga riset dan konsultan bisnis yang mengumumkan telah melakukan 'survei kualitatif'.

"Kalau menyebut survei, pasti rujukannya pada penelitian kuantitatif. Tidak ada survei kualitatif," terangnya kepada media di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Hasil riset dimaksud adalah produk lembaga survei Spire Research and Consulting, yang melakukan survei kepada 40 responden dari empat kota besar di Indonesia. Para responden adalah mitra pengemudi Grab dan GoJek. Seperti diketahui, populasi mitra kedua aplikator itu, saat ini sudah mencapai sekitar 2 juta orang.

Saat menggelar press conference di Jakarta pada 30 Januari 2019, lembaga tersebut menyebutkan menggunakan 'survei kualitatif' tapi kesimpulannya dalam bentuk persentase.

Padahal, Sukamdi menekankan, metodologi penelitian kualitatif tidak bisa menyimpulkan sesuatu yang bersifat generalisir. Bahkan juga tidak bisa menghasilkan kesimpulan dalam bentuk presentase yang mewakili sebuah populasi.

"Kalau penelitian kualitatif itu spesifik, fokus, mendalam, dan detail. Jadi salah kaprah kalau ada pihak menyebut penelitian pakai survei kualitatif karena penelitian kuantitatif itu rujukannya survei," terangnya.

Dalam penelitian kuantitatif, Sukamdi menggambarkan seperti melihat sebuah bidang yang luas di permukaan atau horisontal. Lain halnya penelitian kualitatif yang sifatnya vertikal dan mendalam.

"Penelitian kuantitatif itu bisa diibaratkan memfoto permukaan bumi dari udara. Di situ yang terlihat hanya permukaan saja. Berbeda dengan kualitatif," urainya. Maka itu, Sukamdi mengkhawatirkan hasil penelitian yang mengabaikan metodologi. Sebab sangat rawan disalahgunakan.

"Ada moral hazard (risiko moral) di situ. Ada banyak riset yang pesanan di mana sebelum riset sudah ada hasilnya. Sahih atau tidaknya riset itu ada pada metodologinya. Ada cara ukur dan ambil sampel yang layak," tegasnya.

Atas dasar itu, Sukamdi menilai perlunya transparansi metodologi penelitian ketika lembaga riset mempublikasikan hasil studi. "Kalau lembaga riset abal-abal pasti untuk melayani pihak tertentu. Hasil riset itu untuk justifikasi saja," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konglomerat Top Indonesia...
Konglomerat Top Indonesia Ini Dukung Rencana Go Public Grab Sebesar USD40 M
Dengan GrabProtect,...
Dengan GrabProtect, Tak Perlu Khawatir Naik Transportasi Online
Dihajar Pandemi Covid-19,...
Dihajar Pandemi Covid-19, Pendapatan Grab Loyo
Mitra Driver Mengeluhkan...
Mitra Driver Mengeluhkan Program Kepemilikan Mobil Grab
Jakarta Jadi Rumah Operasi...
Jakarta Jadi Rumah Operasi Grab di Asia, Sinyal Positif Investasi Jangka Panjang
Penuhi Kebutuhan Selama...
Penuhi Kebutuhan Selama Ramadhan, Grab Luncurkan #SiapAntarRamadanmu
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
4 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved