Laris Manis, Enggar Dukung Ekspor Produk Olahan Kopi ke Rusia

Kamis, 07 Februari 2019 - 12:33 WIB
Laris Manis, Enggar...
Laris Manis, Enggar Dukung Ekspor Produk Olahan Kopi ke Rusia
A A A
JAKARTA - Produk kopi kemasan dari PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yaitu Torabika Cappucino mendapat respon positif di Rusia. Produk kopi instan ini sukses mencatat peningkatan ekspor ke negaranya Vladimir Putin dengan angka hingga 1.000 kontainer atau tumbuh 30% dari tahun sebelumnya.

Hasil ini membuat Kementerian Perdagangan memberi dukungan terhadap Mayora atas peningkatan eskpornya. Data Kemendag mencatat Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan Rusia sebesar USD476,5 juta untuk periode Januari-November 2018.

Karena itu, Kemendag sangat mengapresiasi PT Mayora Indah yang telah berkerja keras dalam meningkatkan nilai ekspor produk olahan kopi ke Rusia. Hal ini dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam perdagangan dan investasi.

"Indonesia selalu melihat Rusia sebagai mitra strategis. Diharapkan ekspor produk olahan kopi ke Rusia akan meningkatkan kepercayaan kepada Indonesia sebagai mitra strategis," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Selain Mayora, kata Enggar, pemerintah juga mendukung para produsen lainnya dalam melakukan ekspor produk bernilai tambah ke mancanegara.

"Selama ini, ekspor utama Indonesia, dimana 50% masih mengandalkan komoditas seperti batubara, hasil tambang, dan minyak sawit. Untuk itu, menjadi tugas kita mempromosikan lebih banyak ekspor produk-produk bernilai tambah seperti produk olahan kopi".

Enggar menyampaikan, kopi bukan hanya sekadar produk melainkan sudah menjadi gaya hidup. Tahun 2018, konsumsi kopi dunia sekitar 157 juta kilogram, dengan pertumbuhan sebesar 2% per tahun dan permintaan kopi akan berlipat ganda pada tahun 2050.

Di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, pertumbuhan permintaan kopi bahkan lebih tinggi yaitu lebih dari 3% per tahun. Finlandia adalah negara dengan penduduk terbanyak peminum kopi di dunia dengan rata-rata 12,9 kg per orang setiap tahunnya atau rata-rata sekitar 14 cangkir sehari.

Hal ini diikuti negara-negara Nordik beriklim dingin lainnya seperti Norwegia, Islandia, dan Denmark. "Kopi sangat populer di negara-negara bersuhu dingin karena tidak hanya membantu memulihkan energi, tetapi juga memberi kehangatan dan kenyamanan," kata Enggar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mayora Harumkan Indonesia...
Mayora Harumkan Indonesia di Ajang ASEAN Business Award 2020
Laba Bersih Meningkat...
Laba Bersih Meningkat 62,68%, Mayora Bakal Sebar Dividen Rp782,5 Miliar
Pendapatan Turun Tipis,...
Pendapatan Turun Tipis, Laba Mayora Indah Naik 3% di 2020
Kopiko Sponsori Drama...
Kopiko Sponsori Drama Song Joong Ki, Saham Mayora Melejit
Mayora Indah Sebar Dividen...
Mayora Indah Sebar Dividen Tunai Rp670 Miliar
Mayora Indah Bagikan...
Mayora Indah Bagikan Dividen Tunai Rp1,162 Triliun, Catat Tanggal Cairnya
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
45 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
2 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
4 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
4 jam yang lalu
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved