Rupiah Awal Pekan Dibuka Berbalik Tergelincir, Dolar Dekati Level Tertinggi

Senin, 11 Februari 2019 - 10:30 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka...
Rupiah Awal Pekan Dibuka Berbalik Tergelincir, Dolar Dekati Level Tertinggi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan, Senin (11/2/2019) dibuka berbalik tergelincir setelah akhir pekan kemarin masih menjaga tren positif. Mengawali perdagangan pekan ini, rupiah menyusut untuk mengiringi laju dolar yang mendekati level tertingginya terhadap mata uang utama lainnya.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka tergelincir menjadi Rp13.995/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dibandingkan posisi perdagangan Jumat, kemarin di level Rp13.992/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi juga menyusut di level Rp14.010/USD dengan pergerakan harian Rp13.960 hingga Rp14.015/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal keterpurukan rupiah, setelah sebelumnya parkir di Rp13.960/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange jatuh ke level Rp14.017/USD dibandingkan akhir pekan kemarin pada posisi Rp13.955/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.985-Rp14.017/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah bergerakan nyaman pada zona hijau dan masih berada di posisi Rp13.995/USD untuk terus memperlihatkan sinyal penguatan. Posisi ini bergerak mendatar dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar naik terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada hari Senin, bertahan di dekat posisi tertinggi enam minggu karena kekhawatiran baru tentang ketegangan perdagangan Amerika Serikat dan China. Ditambah kondisi kecemasan kepada pertumbuhan global mendorong selera investor terhadap aset safe-haven.

Dolar menguat 0,1% versus Yen Jepang menjadi 109,82. Namun, pedagang memperkirakan pergerakan dalam dolar/yen akan lebih kecil pada hari Senin karena pasar Jepang tutup karena hari libur nasional. Indeks dolar yang mengukur nilainya versus enam mata uang utama, sedikit lebih tinggi di 96,64 atau berada dalam jalur kenaikan di hari kedelapan berturut-turut.

Sedangkan Euro sedikit lebih rendah versus greenback di 1,1322 terhadap USD dalam perdagangan awal Asia awal ketika Aussie (dolar Australia) lebih tinggi 0,15% menghadapi USD menjadi 0,7099, setelah pekan ini terkapar usai kehilangan 2,2%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
19 menit yang lalu
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
32 menit yang lalu
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
35 menit yang lalu
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
50 menit yang lalu
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
4 jam yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
5 jam yang lalu
Infografis
Berikut ini 3 Negara...
Berikut ini 3 Negara dengan Level Stres Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved