IHSG Sesi Pagi Merayap Tipis Saat Bursa Asia Mixed

Senin, 11 Februari 2019 - 09:20 WIB
IHSG Sesi Pagi Merayap...
IHSG Sesi Pagi Merayap Tipis Saat Bursa Asia Mixed
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (11/2/2019) dibuka berbalik arah menguat untuk mengiringi bursa utama Asia yang bergerak variatif. IHSG pagi ini, dibuka menguat 2,03 poin atau 0,031% ke level 6.523,70.

Sementara pada perdagangan akhir pekan kemarin, bursa saham Tanah Air merosot 14,79 poin atau 0,23% ke posisi 6.521,66. Sebelumnya tujuh dari 10 indeks sektoral ditutup memerah untuk meyeret IHSG ke zona merah.

Pada hari ini sektor saham dalam negeri terlihat berada dalam jalur negatif dipimpin sektor industri dasar yang kehilangan hingga 0.97% serta perkebunan merosot 0.80%. Sedangkan sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang mencetak kenaikan sebesar 0,64%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia menjelang siang tercatat sebesar Rp1,26 miliar dengan 2,22 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp26,95 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp296,85 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp323,81 miliar. Tercatat 155 saham naik, 172 saham turun dan 136 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp200 menjadi Rp81.100, PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) bertambah Rp100 menjadi Rp1.900 dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) meningkat Rp30 menjadi Rp1.785.

Saham lainnya yang melemah yakni PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp50 menjadi Rp8.100, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp50 ke posisi Rp8.925 serta PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) jatuh Rp40 menjadi Rp4.910.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia mengawali perdagangan Senin pagi dengan bervariasi saat investor mengawasi perkembangan situasi perdagangan AS-China, karena negosiasi akan berlanjut di Beijing akhir pekan ini.

Indeks saham daratan China yang pekan lalu sebagian besar offline karena liburan Tahun Baru Imlek, kembali mencetak keuntungan dalam perdagangan awal. Komposit Shanghai naik sekitar 0,2% sementara komposit Shenzhen meningkat 0,922%.

Selanjutnya indeks Hang Seng di Hong Kong sebagian besar mendatar di tengah lonjakan saham raksasa teknologi China Tencent mencapai 0,17%. Indeks Kospi, Korea Selatan tergelincir lebih dari 0,3% pada perdagangan sesi pagi dengan saham industri kelas berat Samsung Electronics menyusut 0,89%.

Bursa Australia, ASX 200 mengurangi keuntungan sebelumnya untuk kemudian tergelincir 0,46% saat subindex keuangan sangat tertekan dengan penurunan 1,56%. Sedangkan pasar saham Jepang, indeks Nikkei tutup pada hari Senin karena liburan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
19 menit yang lalu
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
32 menit yang lalu
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
35 menit yang lalu
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
50 menit yang lalu
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
4 jam yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
5 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved