Penjualan Tahun Baru Imlek di China Menurun Drastis

Rabu, 13 Februari 2019 - 08:04 WIB
Penjualan Tahun Baru...
Penjualan Tahun Baru Imlek di China Menurun Drastis
A A A
BEIJING - Pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat China yang melambat menjadi 6,6% pada tahun lalu--laju pertumbuhan terburuk sejak 1990--berdampak pada penjualan barang-barang di Negeri Tirai Bambu selama Tahun Baru Imlek 2019.

Akibat perlambatan ekonomi, konsumen di China memperketat belanjaan mereka selama libur Tahun Baru Imlek, yang membuat pertumbuhan penjualan selama Imlek turun menjadi satu digit. Penurunan konsumsi yang sangat drastis.

Melansir dari FXStreet, Rabu (13/2/2019), Kementerian Perdagangan China mengumumkan penjualan industri ritel dan makanan-minuman hanya tumbuh 8,5% dengan nominal 1 triliun yuan atau setara USD149 miliar, selama libur sepekan Tahun Baru Imlek.

Angka ini menurut Kementerian Perdagangan China turun 1,7% dibanding penjualan selama Tahun Baru Imlek 2018. Dan menjadi tingkat pertumbuhan terendah sejak tahun 2005.

Mengutip South China Morning Post, selain melemahnya tingkat penjualan, tingkat pendapatan pariwisata selama libur Tahun Baru Imlek 2019 juga menurun menjadi 8,2% dibanding tahun 2018 yang berada di level 12,1%. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengkonfirmasi selama libur sepekan, pendapatan dari pariwisata hanya mencapai 513,9 miliar yuan.

Kepala Ekonom Standard Chartered Bank di China, Ding Shuang, mengakui bahwa pertumbuhan penjualan selama libur besar tidak lagi tumbuh dua digit. "Sebenarnya penjualan bisa lebih buruk lagi jika pemerintah tidak melakukan insentif konsumsi," tukasnya.

Pemerintah China meluncurkan serangkaian insentif dengan menurunkan harga barang-barang peralatan rumah tangga. Dengan harga barang yang diturunkan, diharap bisa mendorong daya beli masyarakat demi menstabilkan perekonomian.

"Konsumsi yang lemah selama libur Imlek 2019 bukan pertanda baik bagi pertumbuhan penjualan ritel kedepannya. Konsumsi rumah tangga menurun karena perlambatan ekonomi, lemahnya sektor properti, dan menumpuknya utang," ujar ekonom di Nomura Bank di China, Lu Ting.

Karena itu, ia berharap pemerintah lebih banyak menginvestasikan dana pada bidang infrastruktur untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi China di tahun ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wali Kota Makassar:...
Wali Kota Makassar: Perayaan Imlek Momentum Pemulihan Ekonomi
Meriahkan Tahun Baru...
Meriahkan Tahun Baru Imlek dengan Rhythm of Spring
Kemeriahan Perayaan...
Kemeriahan Perayaan Tahun Baru Imlek Mulai Terasa di Riyadh
Makanan yang Tidak Boleh...
Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi saat Perayaan Imlek
Penuh Makna, Berikut...
Penuh Makna, Berikut Tradisi Unik 5 Negara saat Merayakan Imlek
Perayaan Tahun Baru...
Perayaan Tahun Baru Imlek Siswa Sampoerna Academy
Berita Terkini
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
45 menit yang lalu
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
7 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
9 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
9 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
9 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved