Harga Avtur Pertamina Lebih Murah Dibandingkan Singapura

Rabu, 13 Februari 2019 - 19:43 WIB
Harga Avtur Pertamina...
Harga Avtur Pertamina Lebih Murah Dibandingkan Singapura
A A A
JAKARTA - Meningkatnya harga tiket maskapai penerbangan nasional untuk rute domestik bukan disebabkan oleh harga bahan bakar avtur yang dijual PT Pertamina. Data WFS Shell, China National Aviation Fuel (CNAF) dan Soekarno menilai harga avtur Pertamina termasuk murah dibandingkan negara Asia lainnya.

Data Blue Sky yang selalu diterbitkan secara periodik, menyebutkan harga avtur dari Pertamina di Bandara Intenasional Soekarno-Hatta senilai USD42,3 sen per liter.

Harga tersebut lebih murah dibandingkan di Bandara Internasional Changi di Singapura yang mencapai USD56,8 sen per liter, dan bandara di China yang sebesar USD46,12 sen per liter. Dan harga avtur Pertamina tersebut jauh dibawah harga avtur di Bandara Sydney (Kingsford Smith) di Australia dengan harga USD1,03 per liter.

"Dan avtur itu bukan BBM Bersubsidi. Bisnis avtur adalah bisnis yang murni antar korporasi yang harusnya tidak boleh ada pengaturan tentang harga," tegas Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Dibalik pola business to business (B to B) dalam penjualan avtur, kata dia, pasti ada diskon yang pemberlakuannya berbeda-beda. Pembelian dalam jumlah besar dan pembayaran tunai tentu bisa mendapat diskon khusus.

Sementara pembelian yang membayar dengan cara berutang apalagi jangka waktunya yang lama, tentu harga avturnya tidak bisa sama dengan harga yang membeli dengan cara tunai atau pembayaran dengan jangka waktu pendek.

"Disinilah Pertamina harusnya menyampaikan ke publik soal skema dan kebijakan penentuan avtur agar dipahami semua pihak termasuk Presiden Jokowi," tegas Sofyano.

Lanjut Sofyano, seharusnya dalam masalah mahalnya harga tiket pesawat, otoritas dapat memeriksa struktur pembentuk harga tiket pesawat. Berapa sebenarnya Harga Pokok Produksi (HPP) yang membentuknya dan berapa margin yang diambil maskapai.

Dengan mengetahui HPP ini, maka akan dapat diketahui dengan tepat pos pembiayaan yang membentuk atau membebani harga tiket pesawat. Misalnya biaya perbaikan dan perawatan, biaya sewa pesawat, biaya asuransi, handling fee bandara, dan lain-lain.

Menurutnya, mahalnya harga tiket pesawat bukan semata-mata disebabkan oleh harga avtur. Terdapat hal-hal lain yang menyebabkan naiknya biaya operasional maskapai. Jadi, Presiden harus bijak menyikapi soal harga avtur ini.

"Pesiden harus memahami bahwa ini adalah bisnis murni, B to B. Saya sangat yakin Pertamina menjual avtur dengan harga yang memberikan keuntungan bagi BUMN ini walau harganya diturunkan," kata dia.

Dia menjelaskan, avtur bukanlah jenis BBM bersubsidi. Karena itu, tata niaga maupun harganya berdasarkan bisnis murni yang tidak diatur oleh pemerintah. Namun demikian, tegas dia, hal itu bukan berarti produsen lantas dengan semena-mena menjual avtur dengan harga tinggi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tiket Pesawat Berpotensi...
Tiket Pesawat Berpotensi Naik Usai Harga Avtur Melonjak
Harga Avtur Naik Terus,...
Harga Avtur Naik Terus, Siap-siap Tiket Pesawat Bakal Makin Mahal
Pertamina Beri Diskon...
Pertamina Beri Diskon Harga Avtur 10%, Tiket Pesawat Bakal Turun?
Pemerintah Izinkan Maskapai...
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Hingga 25 Persen
Harga Avtur Turun, Gimana...
Harga Avtur Turun, Gimana Nasib Tarif Tiket Pesawat?
Bukan Cuma Avtur, Ini...
Bukan Cuma Avtur, Ini Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved