Banderol Avtur Melonjak, Harga Tiket Pesawat Melesat

Minggu, 12 Juni 2022 - 14:30 WIB
loading...
Banderol Avtur Melonjak, Harga Tiket Pesawat Melesat
Kenaikan harga avtur membuat harga tiket pesawat melonjak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyatakan bahwa harga avtur atau bahan bakar pesawat menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang naik dan turun atau fluktuatif. Saat ini kenaikan harga avtur dipengaruhi konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu yang menyebabkan harga minyak dunia berubah-ubah, hingga di atas USD100.

Baca juga: Transformasi 2021, Pertamina Berhasil Cetak Laba Bersih Rp 29,3 T dan Ciptakan Capaian Gemilang

“Fluktuasi harga minyak mentah ini berdampak pada kenaikan harga komoditas termasuk avtur. Harga avtur memang disesuaikan secara berkala setiap dua minggu, dan juga telah dipahami oleh maskapai,” kata Irto dalam keterangannya, Minggu (12/6/2022).

Saat ini, harga avtur di Bandara Soekarno Hatta untuk penerbangan internasional dipatok USD76,9 doal per liter dan avtur penerbangan domestik ditetapkan Rp11.967,65 per liter.

“Jadi satu sisi penyesuaian harga yang sudah dilakukan mempertimbangkan harga minyak dunia, juga kurs dolar terhadap rupiah. Tetapi belum ada patokan berapa kenaikan yang terjadi secara rata-rata harga avtur di berbagai bandara di Indonesia,” tambahnya

Kenaikan harga avtur tentu saja berdampak pada harga tiket pesawat. Makanya saat ini harga tiket pesawat penerbangan luar negeri dan domestik melonjak drastis.

Baca juga: UI Sumbangkan Bus Listrik Hasil Inovasi untuk Dukung Presidensi G20

Untuk penerbangan ke Singapura saja bisa harga tiketnya bisa mencapai Rp3-6 juta sekali jalan itu pun jika memesannya jauh-jauh hari. Jika membeli saat keberangkatan harganya bisa mencapai Rp10 juta. Padahal dulu harga tiket penerbangan ke Singapura hanya Rp2 jutaan saja.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1407 seconds (11.97#12.26)