IHSG Berakhir Kehilangan 30,93 Poin, Bursa Asia Lebih Rendah
Jum'at, 15 Februari 2019 - 16:33 WIB
IHSG Berakhir Kehilangan 30,93 Poin, Bursa Asia Lebih Rendah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi perdagangan, Jumat (15/2/2019) tertahan di zona merah untuk mengiringi bursa utama Asia lain yang lebih rendah di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS). Menutup pekan ini, IHSG kehilangan 30,93 poin atau 0,48% ke level 6.389,08
Pada perdagangan sesi I siang tadi, bursa saham Tanah Air anjlok ke level 6.398,34 usai kehilangan 21,68 poin atau 0,34% usai tadi pagi dibuka menghijau dengan tambahan 0,13% yang setara 8,27 poin menjadi 6.428,29. Sedangkan kemarin, bursa saham Tanah Air meningkat sebesar 0,90 poin atau 0,01% di posisi 6.420,02.
Sektor saham dalam negeri menutup pekan ini dengan pergerakan mixed alias variatif, dipimpin pelamahan terdalam sektor properti dengan kejatuhan 1,41% serta pertambangan menyusut 1,38%. Sedangkan kenaikan tertinggi dicetak infrastruktur mencapai 0,81%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,69 triliun dengan 12,16 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp286,75 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,56 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,28 triliun. Tercatat sebesar 141 saham menguat, 304 melemah dan 132 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp875 menjadi Rp83.875, PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) bertambah Rp325 menjadi Rp1.625 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) melonjak Rp290 ke posisi Rp2.340.
Saham-saham dengan pelemahan yakni PT First Media Tbk. (KBLV) turun Rp101 menjadi Rp484, PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) melemah Rp80 menjadi Rp1.720 serta PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) lebih rendah Rp50 menjadi Rp740.
Di sisi lain pasar saham wilayah Asia pada perdagangan, Jumat berakhir turun di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS). Kejatuhan pasar saham Asia setelah rilis data ritel AS meningkat kecemasan terhadap kondisi ekonomi Negeri Paman Sam -julukan AS-.
Sementara Investor menunggu perkembangan dari negosiasi perdagangan AS-China yang sedang berlangsung di Beijing. Menutup perdagangan akhir pekan, pasar saham daratan China mengalami kerugian dipimpin Komposit Shanghai yang tergelincir mencapai 38,69 poin yang setara dengan 1,42% menjadi 2.682,39.
Penyusutan juga terlihat pada komposit Shenzhen sebesar 0,67% untuk menyentuh level 1.389,47 serta mengiringi kemerosotan indeks Hang Seng di Hong Kong usai kehilangan 1,87% atau 531,21 poin hingga detik-detik akhir sesi perdagangan hari ini.
Pada tempat lain di Asia, indeks Nikkei Jepang turun 1,13% hingga ditutup pada posisi 20.900,63 sedangkan indeks Topix lebih rendah 0,79% untuk berakhir menjadi1.577,29. Saham konglomerat Jepang Softbank Group menyusut mencapai 4,4%.
Tren pelemahan juga menimpa indeks Kospi, Korea Selatan yang kehilangan 1,34% untuk menutup perdagangan akhir pekan pada level 2.196,09 terseret kejatuhan saham perusahaan raksasa seperti Samsung Electronics dan produsen chip SK Hynix dimana masing-masing anjlok 3,05% dan 4,65%.
Selanjutnya bursa patokan ASX 200 Australia melawan tren keseluruhan di wilayah tersebut usai menanjak naik 0,11% menjadi 6.066,10. Subindex energi menguat 0,76% karena stok minyak sebagian besar naik. Saham lainnya yang meningkat yakni Santos naik 0,75%, Woodside Petroleum meningkat 1,49% dan Beach Energy bertambah 2,17%.
Pada perdagangan sesi I siang tadi, bursa saham Tanah Air anjlok ke level 6.398,34 usai kehilangan 21,68 poin atau 0,34% usai tadi pagi dibuka menghijau dengan tambahan 0,13% yang setara 8,27 poin menjadi 6.428,29. Sedangkan kemarin, bursa saham Tanah Air meningkat sebesar 0,90 poin atau 0,01% di posisi 6.420,02.
Sektor saham dalam negeri menutup pekan ini dengan pergerakan mixed alias variatif, dipimpin pelamahan terdalam sektor properti dengan kejatuhan 1,41% serta pertambangan menyusut 1,38%. Sedangkan kenaikan tertinggi dicetak infrastruktur mencapai 0,81%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,69 triliun dengan 12,16 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp286,75 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,56 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,28 triliun. Tercatat sebesar 141 saham menguat, 304 melemah dan 132 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp875 menjadi Rp83.875, PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) bertambah Rp325 menjadi Rp1.625 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) melonjak Rp290 ke posisi Rp2.340.
Saham-saham dengan pelemahan yakni PT First Media Tbk. (KBLV) turun Rp101 menjadi Rp484, PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) melemah Rp80 menjadi Rp1.720 serta PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) lebih rendah Rp50 menjadi Rp740.
Di sisi lain pasar saham wilayah Asia pada perdagangan, Jumat berakhir turun di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS). Kejatuhan pasar saham Asia setelah rilis data ritel AS meningkat kecemasan terhadap kondisi ekonomi Negeri Paman Sam -julukan AS-.
Sementara Investor menunggu perkembangan dari negosiasi perdagangan AS-China yang sedang berlangsung di Beijing. Menutup perdagangan akhir pekan, pasar saham daratan China mengalami kerugian dipimpin Komposit Shanghai yang tergelincir mencapai 38,69 poin yang setara dengan 1,42% menjadi 2.682,39.
Penyusutan juga terlihat pada komposit Shenzhen sebesar 0,67% untuk menyentuh level 1.389,47 serta mengiringi kemerosotan indeks Hang Seng di Hong Kong usai kehilangan 1,87% atau 531,21 poin hingga detik-detik akhir sesi perdagangan hari ini.
Pada tempat lain di Asia, indeks Nikkei Jepang turun 1,13% hingga ditutup pada posisi 20.900,63 sedangkan indeks Topix lebih rendah 0,79% untuk berakhir menjadi1.577,29. Saham konglomerat Jepang Softbank Group menyusut mencapai 4,4%.
Tren pelemahan juga menimpa indeks Kospi, Korea Selatan yang kehilangan 1,34% untuk menutup perdagangan akhir pekan pada level 2.196,09 terseret kejatuhan saham perusahaan raksasa seperti Samsung Electronics dan produsen chip SK Hynix dimana masing-masing anjlok 3,05% dan 4,65%.
Selanjutnya bursa patokan ASX 200 Australia melawan tren keseluruhan di wilayah tersebut usai menanjak naik 0,11% menjadi 6.066,10. Subindex energi menguat 0,76% karena stok minyak sebagian besar naik. Saham lainnya yang meningkat yakni Santos naik 0,75%, Woodside Petroleum meningkat 1,49% dan Beach Energy bertambah 2,17%.
(akr)
Lihat Juga :