Pengamat: Penurunan Harga Avtur Pertamina di Luar Kelaziman Bisnis

Sabtu, 16 Februari 2019 - 17:38 WIB
Pengamat: Penurunan...
Pengamat: Penurunan Harga Avtur Pertamina di Luar Kelaziman Bisnis
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan bahwa harga avturnya diturunkan dari semula sebesar Rp8.210/liter menjadi Rp7.960/liter. Sementara, posting price avtur di Bandara Changi Singapura adalah Rp10.760/liter.

Pengamat energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Puskepi Sofyano Zakaria menilai, langkah Pertamina ini lebih didasari kepedulian BUMN energi tersebut atas persoalan yang tengah meresahkan masyarakat, daripada pertimbangan bisnis.

"Penurunan harga avtur tersebut lebih merupakan sikap Pertamina yang peduli dengan kepentingan masyarakat pengguna pesawat udara dan terhadap persoalan maskapai penerbangan yang merasa harga avtur penyebab mahalnya harga tiket penerbangan," ungkap Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Puskepi Sofyano Zakaria di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Pasalnya, jelas Sofyano, jika Pertamina bertindak sebagai pelaku bisnis, di mana avtur adalah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang harusnya diperlakukan sebagai bisnis murni, maka penurunan harga yang bisa di bawah posting price avtur Singapura adalah hal yang bertentangan dengan bisnis. "Bisnis avtur itu murni B to B," tegasnya.

Perlu diketahui masyarakat, lanjut Sofyano, bahwa dalam harga avtur Pertamina selama ini terdapat beban PPn sebesar 10%, PPh dan Iuran BPH Migas yang mana hal ini tidak ada pada komponen harga avtur di Singapura.

"Karenanya saya tidak yakin harga tiket penerbangan bisa jadi murah hanya karena Pertamina menurunkan harganya sebesar itu, kecuali pemerintah memberikan subisidi sebesar 50% dalam harga avtur," tegas Sofyano.

Di sisi lain, Sofyano juga melemparkan keheranannya mengapa persoalan mahalnya harga tiket seolah hanya dibebankan pada Pertamina. Sofyano merujuk pada maskapai BUMN yang selama ini harga tiketnya selalu lebih mahal ketimbang maskapai penerbangan swasta.

"Garuda kan BUMN yang juga punya misi melayani rakyat sesuai amanat pada UU BUMN. Karenanya, harga tiket penerbangan Garuda harusnya bisa lebih murah daripada tiket maskapai swasta. Pemerintah harus memperhatikan juga masalah ini," cetusnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan dan Ketersediaan Energi Selama Agenda G20 Bali
Avtur Campuran Minyak...
Avtur Campuran Minyak Jelantah Mulai Diproduksi 2029, SAF Indonesia Lirik Pasar Internasional
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Stok Berlebih, Pertamina...
Stok Berlebih, Pertamina Ingin Ekspor Solar dan Avtur
Gara-gara Corona, Konsumsi...
Gara-gara Corona, Konsumsi Avtur di Bandara Soetta Anjlok Sampai 75%
Konsumsi Avtur di Wilayah...
Konsumsi Avtur di Wilayah Sulawesi Mulai Mengalami Peningkatan
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved