Investor Bakal Kabur ke Vietnam Jika RI Cabut Fasilitas Kawasan Berikat-KITE

Senin, 18 Februari 2019 - 19:16 WIB
Investor Bakal Kabur...
Investor Bakal Kabur ke Vietnam Jika RI Cabut Fasilitas Kawasan Berikat-KITE
A A A
JAKARTA - Fasilitas kepabeanan di Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) menjadi alasan banyak perusahaan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Sehingga apabila hal itu dicabut, berdasarkan survei bakal membuat banyak perusahaan-perusahaan memindahkan bisnisnya ke Vietnam.

Hasil ini berdasarkan survei yang dilakukan University Network for Indonesia Export Development (Unied) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terhadap 1.606 perusahaan sepanjang 2017, terdiri dari 1.244 di KB dan 362 di KITE.

Chairman Unied Arif Satria mengatakan, sebanyak 32% memilih langkah untuk pindah ke negara lain, jika fasilitas kepabeanan dicabut pemerintah. Sedangkan 27% memilih untuk melakukan pengurangan pegawai, 20% melanjutkan usaha dan 14% menutup usahanya.

"Survei manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), hasil kerja sama antara Bea Cukai memperlihatkan banyak investor asing bakal kabur ke Vietnam kalau ini dihapus," ujar Arief Satria di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Sambung dia menerangkan, sebagian besar perusahaan di KB dan KITE memilih untuk pindah ke Vietnam. Terdiri dari 54,4% perusahaan di KB dan 27,7% perusahaan di KITE. Dari survei tersebut industri yang mendominasi perpindahan ke Vietnam tersebut berkaitan dengan bidang tekstil, elektronik, alas kaki dan bahan makanan.

“Dominan pada pindah ke Vietnam paling tinggi. Itu perusahaan KB tekstil, elektronik dan alas kaki. Kalau perusahaan KITE di bidang tekstil, otomotif, bahan makanan, serta barang dari plastik, kertas dan kayu," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan terus mendorong kegiatan ekspor untuk meningkatkan investasi. Untuk itu, regulasi pun perlu disiapkan agar produk ekspor menjadi unggul

"Bagaimana Indonesia bisa meningkatkan kegiatan ekspor dan investasi yang mana apa sih keunggulan yang kita dukung. Kita berusaha untuk menyeimbangkan ekonomi di bidang ekspor dimana pertumbuhan ekonomi disertai dengan meningkatkan neraca perdagangan," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirjen Bea Cukai Tinjau...
Dirjen Bea Cukai Tinjau Kawasan Berikat, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekspor
Dorong Ekspor dari Kawasan...
Dorong Ekspor dari Kawasan Berikat, Bea Cukai Pastikan Pengawasan Transparan
Bantu Pemulihan Ekonomi,...
Bantu Pemulihan Ekonomi, Bea Cukai Sulbagsel Edukasi Pengusaha Soal KITE IKM
Bea Cukai Ungkap 360...
Bea Cukai Ungkap 360 Perusahaan Sudah Nikmati Fasilitas KITE
Peresmian Kawasan Berikat...
Peresmian Kawasan Berikat SIOEN Semarang Asia, Dorong Ekspansi Ekspor Garmen Asal Kendal
Akomodir Peningkatan...
Akomodir Peningkatan Produksi, Perusahaan Ini Minta Fasilitas Kawasan Berikat ke Bea Cukai
Berita Terkini
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
28 menit yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
9 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
10 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
10 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
10 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
10 jam yang lalu
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved