Harga Minyak Melandai Tunggu Hasil Pembicaraan Dagang AS-China

Selasa, 19 Februari 2019 - 10:16 WIB
Harga Minyak Melandai...
Harga Minyak Melandai Tunggu Hasil Pembicaraan Dagang AS-China
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah Brent turun dari level tertingginya di tahun 2019 pada perdagangan hari ini di tengah kekhawatiran terganggunya prospek pertumbuhan ekonomi. Padahal, pemangkasan pasokan oleh OPEC membuat pasokan di pasar masih relatif ketat.

Bank of America Merrill Lynch dalam sebuah catatan menyebutkan bahwa sengketa perdagangan China-Amerika telah merusak pertumbuhan ekonomi secara global.

"Mengatasi ketegangan perdagangan global adalah kunci untuk meningkatkan prospek ekonomi," katanya dalam sebuah catatan seperti dikutip Reuters, selasa (19/2/2019).

Mempertimbangkan prospek ekonomi dan keseimbangan penawaran dan permintaan, bank tersebut memperkirakan harga Brent rata-rata akan berada di antara USD50 dan USD70 per barel.

Harga minyak mentah Brent di pasar berjangka urun USD42 sen atau 0,6% menjadi USD66,08 per barel, masih tidak jauh dari harga tertingginya untuk tahun ini di level USD66,83 per barel yang dicapai pada sesi sebelumnya.

Sementara, harga minyak mentah berjangka US West Texas Intermediate (WTI) berada di USD55,71 per barel. Kendati naik USD12 sen dari penutupan terakhirnya, harga tersebut masih di bawah capaian tertingginua di 2019 sebesar USD56,33 per barel.

Para pedagang mengatakan, koreksi tipis tersebut didorong oleh kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi global tahun ini. Namun, meskipun ada kehati-hatian di sekitar perdagangan, pasar minyak global tetap relatif ketat karena pemangkasan pasokan dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang didominasi Timur Tengah.

Eksportir minyak mentah terbesar Arab Saudi tercatat memotong produksi paling banyak. Perusahaan data intelijen Kplermengatakan, ekspor minyak mentah Saudi lintas laut turun pada paruh pertama Februari, dengan keberangkatan berdiri di 6,204 juta barel per hari (bph), penurunan 1,341 juta bph pada bulan sebelumnya.

Dukungan lebih lanjut bagi pasar minyak adalah sanksi AS terhadap eksportir minyak Iran dan Venezuela. Venezuela adalah pemasok minyak mentah utama ke kilang AS sementara Iran adalah eksportir utama ke pusat-pusat permintaan utama di Asia, terutama China dan India.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Menggeliat,...
Ekonomi China Menggeliat, Harga Minyak Dunia Menguat
Defisit Anggaran Rusia...
Defisit Anggaran Rusia Diramal Meledak Capai Rp760 Triliun, Ini Sebabnya
Harga Minyak Koreksi,...
Harga Minyak Koreksi, Tren Suku Bunga Tinggi Ancam Pertumbuhan Ekonomi
Harga Minyak Turun Akibat...
Harga Minyak Turun Akibat Kekhawatiran Resesi Global
Harga Minyak Dunia Merangkak...
Harga Minyak Dunia Merangkak Saat Hambatan Ekonomi Membebani Permintaan
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Bahan Bakar, Harga Minyak Dunia Terus Menanjak
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
48 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved