Genjot Produksi Minyak, Iklim Investasi Harus Diperbaiki

Selasa, 19 Februari 2019 - 15:01 WIB
Genjot Produksi Minyak,...
Genjot Produksi Minyak, Iklim Investasi Harus Diperbaiki
A A A
JAKARTA - Minyak sebagai sumber energi di Indonesia dipastikan masih berperan besar hingga 2050, karena konsumsi yang diproyeksi terus meningkat. Untuk itu, produksi minyak dalam negeri harus ditingkatkan guna mengimbangi pertumbuhan konsumsinya.

Berbicara dalam seminar energi bertema "Neraca Energi Indonesia, Suatu Tinjauan Kritis Sektor Migas" yang digelar Ikatan Alumni Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung, Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, potensi migas Indonesia sebetulnya masih cukup besar.

Indonesia memiliki 128 cekungan dan yang sudah dieksplorasi dan eksploitasi baru sebanyak 54 cekungan. Dari 54 cekungan yang telah dieksplorasi, imbuh dia, Indonesia saat ini memiliki cadangan sebanyak 3,2 miliar barel minyak.

Dia menyebutkan, kesenjangan antara produksi dan kebutuhan minyak akibat pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan bagi negara ini. Untuk itu, dibutuhkan tambahan cadangan minyak yang dapat dieksploitasi untuk meningkatkan produksi. "Kalau ada giant discovery, diharapkan cadangan bisa meningkat," kata Dwi di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

(Baca Juga: Diambang Defisit Migas, Pemerintah Dorong Kegiatan Eksplorasi)

Menurut Dwi, menyikapi potensi hulu migas yang masih besar tersebut, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi. Berbagai langkah menurutnya telah dilakukan SKK Migas untk memperbaiki iklim investasi, antara lain penyederhanaan perizinan dan peningkatan kegiatan eksplorasi melalui roadshow ke calon investor.

Sementara, panelis lain dalam diskusi tersebut, Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Hilmi Panigoro mengatakan, dengan asumsi peran minyak sampai 2035 masih penting, Indonesia perlu melakukan sesuatu.

"Tahun 2035-2040 kombinasi defisit gasoline ditambah diesel bisa sampai 1 juta barel per hari. Konsumsi energi yang besar itu good for us, drive the economy. Tapi kita harus produktif," tegasnya.

Untuk itu, kata dia, Indonesia harus berani berkompetisi. Salah satunya bisa ditunjukkan dengan penerapan kebijakan fiskal yang menarik. "Pertama fiskal harus menarik, kedua harus dihormati sampai akhir kontrak. Ketiga accelerate development. Ini kalau mau naik produksinya," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Potensi Migas di Jabanusa...
Potensi Migas di Jabanusa Masih Tinggi, Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
Demi Target Satu Juta...
Demi Target Satu Juta Barel, Pemerintah Diminta Realisasikan Empat Kebijakan Fiskalnya
Pacu Produktivitas Industri...
Pacu Produktivitas Industri Hulu Migas, SKK Migas Berikan 18 Penghargaan
Joss! Lifting Migas...
Joss! Lifting Migas Kuartal III/2020 Capai 1,689 Juta Barel, Setara 99,6% dari Target
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas Capai 1,92 Juta Barel per Agustus
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
1 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
3 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
4 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
4 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved