IHSG Balik Perkasa ke Level 6.512, Bursa Utama Asia Ditutup Lebih Tinggi
Rabu, 20 Februari 2019 - 16:46 WIB
IHSG Balik Perkasa ke Level 6.512, Bursa Utama Asia Ditutup Lebih Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Rabu (20/2/2019) ditutup menghijau untuk kembali perkasa dibandingkan sesi perdagangan kemarin. Tengah pekan ini, IHSG di akhir sesi meningkat ke level 6.512,78 dengan tambahan 18,12 poin atau setara 0,28%.
IHSG pada perdagangan sesi pembukaan pagi tadi menguat 53,370 poin atau 0,82% menjadi 6.548,04 dimana raihan tersebut lebih baik dari penutupan Selasa (19/2) kemarin pada level 6.494,67. Peningkatan bursa saham Tanah Air pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham UNVR, BBRI dan ASII.
Sektor saham dalam negeri kebanyakan bergerak positif di perdagangan sore dipimpin kenaikan tertinggi sektor industri dasar hingga 1.62% diikuti lompatan sektor properti sebesar 0,67%. Sedangka pelemahan terdalam menimpa aneka industri yang kehilangan 1,33% serta infrastruktur jatuh 1,16%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,89 triliun dengan 7,63 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,49 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,49 triliun. Tercatat sebesar 216 saham menguat, 220 melemah dan 150 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) naik Rp120 menjadi Rp2.160, PT Arthavest Tbk (ARTA) bertambah Rp90 menjadi Rp980 dan PT Waran Seri IV Bank MNC Internasional Tbk (BABP-W3) melonjak Rp82 ke posisi Rp370.
Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp1.300 ke level Rp83.700, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) melemah Rp80 menjadi Rp3.010 serta PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) menyusut Rp40 menjadi Rp1.760.
Di sisi lain pasar saham utama Asia terpantau sebagian besar ditutup lebih tinggi pada perdagangan, Rabu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan sekali lagi bahwa tenggat waktu negosiasi perdagangan AS-China bisa diperpanjang. Sebelumnya tanggal 1 Maret 2019 telah ditetapkan menjadi batas waktu AS dan China untuk mencapai kesepakatan dagang.
Daratan China mencetak hasil positif dipimpin kenaikan Komposit Shanghai mencapai sebesar 1,48% menjadi 2.761,22 untuk mengiringi pergerakan merayap Komposit Shenzhen yang juga ditutup menghijau lewat peningkatan tipis 0,321 di level 1.448,24. Selanjutnya lonjakan juga terjadi pada indeks Hang Seng, Hong Kong dengan tambahan 1.01% di akhir sesi ke posisi 28.514,06.
Dorongan datang saat saham bank investasi China yang terdaftar di Hong Kong, China International Capital Corp, melonjak 5,79% setelah pengungkapan bahwa raksasa teknologi Alibaba telah meningkatkan sahamnya di perusahaan menjadi hampir 12%. Kenaikan juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang pasa sesi perdagangan tengah pekan mencapai 0,6% hingga berakhir jadi 21.431,49.
Sementara indeks Topix naik 0,43% untuk mengakhiri perdaganga hari ini di level 1.613,47 karena saham pembuat robot Fanuc naik 0,31%. Pada tempat lain, Indeks Kospi Korea Selatan bertambah 1,09% terkerak menuju level 2.229,76. Bursa patokan Australia yakni ASX 200 berbanding terbalik justru, tergelincir 0,17% untuk bertengger menjadi 6.096,50.
IHSG pada perdagangan sesi pembukaan pagi tadi menguat 53,370 poin atau 0,82% menjadi 6.548,04 dimana raihan tersebut lebih baik dari penutupan Selasa (19/2) kemarin pada level 6.494,67. Peningkatan bursa saham Tanah Air pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham UNVR, BBRI dan ASII.
Sektor saham dalam negeri kebanyakan bergerak positif di perdagangan sore dipimpin kenaikan tertinggi sektor industri dasar hingga 1.62% diikuti lompatan sektor properti sebesar 0,67%. Sedangka pelemahan terdalam menimpa aneka industri yang kehilangan 1,33% serta infrastruktur jatuh 1,16%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,89 triliun dengan 7,63 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,49 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,49 triliun. Tercatat sebesar 216 saham menguat, 220 melemah dan 150 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) naik Rp120 menjadi Rp2.160, PT Arthavest Tbk (ARTA) bertambah Rp90 menjadi Rp980 dan PT Waran Seri IV Bank MNC Internasional Tbk (BABP-W3) melonjak Rp82 ke posisi Rp370.
Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp1.300 ke level Rp83.700, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) melemah Rp80 menjadi Rp3.010 serta PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) menyusut Rp40 menjadi Rp1.760.
Di sisi lain pasar saham utama Asia terpantau sebagian besar ditutup lebih tinggi pada perdagangan, Rabu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan sekali lagi bahwa tenggat waktu negosiasi perdagangan AS-China bisa diperpanjang. Sebelumnya tanggal 1 Maret 2019 telah ditetapkan menjadi batas waktu AS dan China untuk mencapai kesepakatan dagang.
Daratan China mencetak hasil positif dipimpin kenaikan Komposit Shanghai mencapai sebesar 1,48% menjadi 2.761,22 untuk mengiringi pergerakan merayap Komposit Shenzhen yang juga ditutup menghijau lewat peningkatan tipis 0,321 di level 1.448,24. Selanjutnya lonjakan juga terjadi pada indeks Hang Seng, Hong Kong dengan tambahan 1.01% di akhir sesi ke posisi 28.514,06.
Dorongan datang saat saham bank investasi China yang terdaftar di Hong Kong, China International Capital Corp, melonjak 5,79% setelah pengungkapan bahwa raksasa teknologi Alibaba telah meningkatkan sahamnya di perusahaan menjadi hampir 12%. Kenaikan juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang pasa sesi perdagangan tengah pekan mencapai 0,6% hingga berakhir jadi 21.431,49.
Sementara indeks Topix naik 0,43% untuk mengakhiri perdaganga hari ini di level 1.613,47 karena saham pembuat robot Fanuc naik 0,31%. Pada tempat lain, Indeks Kospi Korea Selatan bertambah 1,09% terkerak menuju level 2.229,76. Bursa patokan Australia yakni ASX 200 berbanding terbalik justru, tergelincir 0,17% untuk bertengger menjadi 6.096,50.
(akr)
Lihat Juga :