Rupiah Tengah Pekan Berakhir Naik Tipis, Yuan China Menanjak

Rabu, 20 Februari 2019 - 17:50 WIB
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Berakhir Naik Tipis, Yuan China Menanjak
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (20/2/2019) ditutup menjaga tren positif untuk meningkat tipis ke kisaran level Rp14.044/USD. Tren perbaikan kurs rupiah mengiringi kenaikan Yuan China saat dolar AS justru mengalami tekanan dan tengah berjuang.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah membaik pada sesi sore perdagangan tengah pekan menjadi Rp14.035/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.097/USD. Pergerakan harian rupiah menutup perdagangan hari ini berada pada posisi Rp14.035 hingga Rp14.114/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga melompat ke level Rp14.044/USD dibandingkan kemarin Rp14.103/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.040-Rp14.071/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga masih lebih baik meskipun dalam sesi-sesi akhir perdagangan hari ini sempat tertekan. Tercatat, mata uang Garuda pulih hingga level Rp14.041/USD dari Selasa kemarin yang jatuh ke posisi Rp14.130/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah menunjukkan tertahan pada zona hijau ke level Rp14.055/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah bangkit melawan balik, dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.119/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Yuan China naik pada perdagangan Rabu menguat setelah Amerika Serikat menekan Beijing untuk mencegah pelemahan tajam mata uangnya. Hal ini sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan, sementara dolar berhenti sementara dimana para pedagang fokus menunggu risalah kebijakan Federal Reserve.

Yuan sendiri pada 2019 tercatat telah menjadi pemain yang kuat, dibantu oleh pemulihan aset pasar negara berkembang secara luas dan optimisme bahwa Washington dan Beijing hampir menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan di antara mereka. Tercatat Yuan naik 0,4% menjadi sekuat 6,7195 atau menjadi level terbaik sejak 1 Februari.

Sedangkan indeks Dolar yang mengukur terhadap enam mata uang utama lainnya, bertahan stabil di posisi 96.501. Indeks dolar sempat melesat ke posisi tertinggi dua bulan minggu lalu, tetapi permintaan untuk greenback telah surut seiring optimisme bahwa putaran baru pembicaraan antara China dan Amerika Serikat akan membantu menyelesaikan konflik perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
40 menit yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
10 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
11 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved