Pendapatan Premi Asuransi Umum Capai Rp69,9 Triliun

Kamis, 21 Februari 2019 - 01:14 WIB
Pendapatan Premi Asuransi...
Pendapatan Premi Asuransi Umum Capai Rp69,9 Triliun
A A A
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatatkan angka pendapatan premi untuk asuransi umum tahun 2018 tercatat Rp69,9 triliun atau tumbuh sebesar 9,8% dibanding tahun 2017 dari Rp63,6 triliun. Sementara itu, lini bisnis asuransi umum yang membukukan pertumbuhan negatif pada akhir tahun 2018 yaitu asuransi Rangka Kapal, Asuransi Energi dan Asuransi Kecelakaan.

Sedangkan selebihnya mencatatkan pertumbuhan yang positif dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Wakil Ketua sekaligus Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Trinita Situmean mengatakan, klaim pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp30,1 triliun dimana naik 8,1% dari tahun 2017 yang tercatat Rp27,7 triliun.

"Peningkatan klaim terjadi hampir pada sebagian lini usaha Asuransi, namun demikian tercatat 5 lini usaha mencatatkan penurunan klaim yaitu Asuransi pengangkutan, Asuransi Rangka Kapal, Asuransi Energi, Asuransi Rekayasa dan asuransi tanggung gugat," kata Trinita di Jakarta, Rabu (20/2).

Adapun claim Ratio tahun 2018 tercatat sebesar 43,2%, menurun dibandingkan tahun lalu sebesar 43,5%. Dia menuturkan, untuk asuransi harta benda mengalami pertumbuhan positif karena didorong peningkatan performa pasar properti baik komersial maupun residensial.

Dari sisi komersial peningkatan supply properti didorong segmen lahan industri, sementara dari sisi residensial didorong oleh segmen rumah Tipe menengah. Sedangkan suransi Kendaraan Bermotor mengalami pertumbuhan sebesar 7,8% didukung oleh penjualan kendaraan bermotor yang meningkat di tahun 2018.

Untuk asuransi Pengangkutan, mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2018 dibanding tahun lalu, sebesar 11,1% sejalan dengan peningkatan aktivitas perekonomian yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tumbuh 5,18%, serta kenaikan volume pengangkutan barang selama tahun 2018 sebesar 5%. Selanjutnya pada asuransi Kredit mengalami pertumbuhan positif dibanding tahun lalu, sebesar 52,2%.

Menurutnya, beberapa hal yang mendukung pertumbuhan tersebut antara lain komitmen Pemerintah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran KUR hingga akhir tahun 2018 sudah mencapai Rp120,34 triliun. "Selain meningkatkan target penyaluran, pemerintah juga telah menurunkan suku bunga KUR di tahun 2018 dari yang semula 9% menjadi 7%," papar Trinita.

Pertumbuhan Kredit Perbankan yang positif sejalan pertumbuhan ekonomi. Hingga akhir tahun 2018 pertumbuhan kredit perbankan mencapai double digit yaitu 11,75% YoY yang didorong oleh sektor listrik, gas dan air, transportasi dan pertambangan. Untuk asuransi Penjaminan mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2018 dibanding tahun lalu sebesar 8,8%.

Pertumbuhan positif ini sejalan dengan peningkatan jumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang selesai hingga akhir tahun 2018. Di tahun 2019 pemerintah menargetkan akan merampungkan 25 PSN lain yang akan meningkatkan akumulasi nilai PSN yang telah selesai menjadi Rp260,30 triliun.

Sementara itu, asuransi energi mengalami pertumbuhan negatif tahun 2018 dibanding tahun lalu, sebesar -7,9% didorong oleh sektor energi Indonesia masih cenderung lesu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kirim Surat ke Presiden,...
Kirim Surat ke Presiden, Perwakilan Nasabah WanaArtha Minta Angkat Sita
Seruan Bikin Lembaga...
Seruan Bikin Lembaga Penjamin Pemegang Polis Kembali Mencuat, Ini Sebabnya
Insentif Pajak Bagi...
Insentif Pajak Bagi Pemegang Polis Dinanti di Tengah Pagebluk Covid-19
BRINS Dinobatkan Sebagai...
BRINS Dinobatkan Sebagai Asuransi Terbaik 2021
Ckckck, Kuartal I Pendapatan...
Ckckck, Kuartal I Pendapatan Asuransi Jiwa Naik Lebih dari 13 Ribu Persen
Lampaui Kinerja Pra-Pandemi,...
Lampaui Kinerja Pra-Pandemi, Industri Asuransi Jiwa Raih Pendapatan Rp62 Triliun
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved