AirNav Investasi Rp2,6 Triliun untuk Peningkatan Layanan

Kamis, 21 Februari 2019 - 04:09 WIB
AirNav Investasi Rp2,6...
AirNav Investasi Rp2,6 Triliun untuk Peningkatan Layanan
A A A
JAKARTA - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan dalam rangka merangkai konektivitas Nusantara melalui transportasi udara.

"Selama enam tahun memberikan layanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia, AirNav terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Tahun ini, kami mengalokasikan anggaran investasi Rp2,6 triliun untuk 290 program peningkatan layanan navigasi penerbangan di seluruh Cabang AirNav Indonesia, baik di bandara-bandara besar maupun perintis. Investasi ini meningkat dibandingkan tahun lalu senilai Rp1,9 triliun," ujar Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Dijelaskannya, investasi tersebut ditujukan untuk modernisasi peralatan CNS-A (Communication, Navigation, Surveillance dan Automation) dan peningkatan kualitas personel layanan navigasi penerbangan. Anggaran yang dialokasikan untuk peralatan communication Rp260,4 miliar (10%), navigation Rp113,5 miliar (4%), surveillance Rp222 miliar (9%), automation Rp1,1 triliun (44%), mechanical dan electrical Rp71,4 miliar (3%) serta building and supporting Rp779,7 miliar (30%).

"Dalam mengantisipasi pertumbuhan traffic penerbangan, kualitas layanan navigasi penerbangan akan kami tingkatkan bukan hanya di bandara-bandara besar, tetapi juga bandara yang lebih kecil hingga bandara-bandara perintis. Papua misalnya, tahun ini, kami meluncurkan 45 program senilai Rp245,5 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu senilai Rp156 miliar," ujarnya.

Novie memaparkan beberapa program besar yang dikerjakan oleh AirNav Indonesia pada tahun 2019 antara lain adalah pembangunan menara pengendali lalu lintas penerbangan (ATC Tower) di New International Yogyakarta Airport (NYIA), Banjarmasin, Solo, Ilaga, Wamena, Palu, Silangit, Bengkulu, Letung, Muara Teweh, Dekai dan Sintang.

Peremajaan dan upgrade ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) di sejumlah bandara, A-SMGCS (Advanced-Surface Movement Guidance and Control System) level 2 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, penambahan mobile tower, serta 3D ATC simulator dan surveillance simulator.

Seluruh program investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan navigasi penerbangan secara merata di seluruh ruang udara Indonesia. Layanan navigasi penerbangan yang diberikan oleh AirNav Indonesia sepanjang tahun 2018 mendapatkan predikat excellent dari maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia.

"Sinergi dengan seluruh stakeholder penerbangan adalah kunci keberhasilan dalam merangkai konektivitas udara. Kami mengapresiasi salah satu mitra strategis kami yaitu Indonesia National Air Carriers Association (INACA) yang telah memberikan predikat excellent untuk layanan navigasi penerbangan. Capaian ini tidak akan membuat kami terlena, justru menjadi pelecut semangat baru untuk terus meningkatan layanan navigasi penerbangan," tutur Novie.

Service Quality Index (SQI) berdasarkan survei yang dilakukan oleh INACA meningkat menjadi 4,31 di tahun 2018 dari sebelumnya 4,07 di tahun 2017. SQI didapatkan melalui perpaduan antara Cockpit Crew Satisfaction Index (CSI) dengan proporsi nilai 80% dan Observed Quality Index (OQI) dengan proporsi nilai 20%.

CSI ditentukan melalui metode survei dan wawancara Proportionate Stratified Random Sampling (PSRS) terhadap 1.015 pilot on duty yang mendarat di lokasi survei, yang terdiri dari 844 pilot rute domestik dan 171 pilot rute internasional.

Pertanyaan yang diajukan seputar kualitas layanan navigasi penerbangan seperti kualitas komunikasi penerbangan, informasi penerbangan, informasi cuaca, prosedur layanan navigasi penerbangan dan kualitas personel navigasi penerbangan yang memberikan layanan tersebut.

OQI ditentukan melalui observasi langsung yang dilakukan oleh tim INACA dan AirNav Indonesia di 10 lokasi antara lain Jakarta Air Traffic Services Canter (JATSC), Makassar Air traffic Services Center (MATSC), Balikpapan, Batam (Tanjung Pinang), Bandung, Denpasar, Medan, Sentani, Surabaya dan Ternate.

Survei ini dilakukan untuk meninjau kompetensi personel navigasi penerbangan, APP room, ACC room (khusus JATSC dan MATSC), briefing office, ruang administrasi dan keuangan, keamanan lingkungan kerja, fasilitas komunikasi, fasilitas navigasi penerbangan, fasilitas otomasi dan fasilitas surveillance. Pada tahun 2018, nilai CSI meningkat menjadi 4,28 dan nilai OQI meningkat menjadi 4,43 dari sebelumnya 4,03 dan 4,25 pada tahun 2017.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
AirNav Kerjasama dengan...
AirNav Kerjasama dengan Filipina untuk Tingkatkan Konektivitas Regional
AirNav Catat Balon Udara...
AirNav Catat Balon Udara Liar Turun Drastis
Ada Balon Udara Liar,...
Ada Balon Udara Liar, AirNav Terbitkan NOTAM
AirNav Uji Coba Prosedur...
AirNav Uji Coba Prosedur Baru, Efisiensi Biaya Operasional Maskapai Dihitung
Pergerakan Pesawat Penumpang...
Pergerakan Pesawat Penumpang Mulai Lepas Landas
Menteri Erick Thohir...
Menteri Erick Thohir Tunjuk Dirut Baru AirNav Indonesia
Berita Terkini
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
7 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
27 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
41 menit yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
53 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
56 menit yang lalu
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
1 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved