Soal Impor Jagung, Pengamat Sebut Harus Berdasar Data Kementerian

Kamis, 21 Februari 2019 - 06:37 WIB
Soal Impor Jagung, Pengamat...
Soal Impor Jagung, Pengamat Sebut Harus Berdasar Data Kementerian
A A A
JAKARTA - Pasca debat Calon Presiden tahap kedua beberapa waktu lalu masih menyisakan polemik. Salah satunya soal data jagung yang merupakan bagian topik pangan.

Menurut pakar pertanian Universitas Nasional, IGS Sukartono, soal impor jagung sebaiknya memang dikembalikan acuannya kepada data kementerian teknis yang mengurusinya.

Salah satunya adalah Kementerian Pertanian (Kementan). Alasan dikemukakan Sukartono sebab Kementan merupakan penanggung jawab produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

"Kementan saya rasa paling mengetahui kalau saat ini, sekali lagi kondisi saat ini ya. Jadi tidak salah juga kalau sewaktu debat Capres, pak Jokowi pakai data Kementan," ujar Sukartono, Rabu (20/2/2019).

Sambung dia, data yang disebutkan Presiden tentang berkurangnya impor jagung dapat saja benar validitasnya.

"Sebab kan Kementan yang pegang produksi. Kementan juga menghitungnya. Mengetahui berapa total semua dan kebutuhan kemana saja pasokannya," ucap Sukartono.

Hal lainnya yang disinggung olehnya mengenai data impor jagung yang disampaikan Presiden Jokowi saat debat memakai data kementerian karena hingga kini belum ada kepastian metodologi perhitungan pasti dari Badan Pusat Statistik (BPS) seperti untuk beras kala itu.

Sehingga, Sukartono menuturkan, realistis saja Kementan dijadikan referensi data sebagai lembaga yang membantu kinerja Presiden untuk sektor pangan.

Sebelumnya, saat debat calon Presiden lalu, Jokowi menyebutkan bahwa impor jagung tahun 2018 menurun drastis menjadi 180 ribu ton pipilan kering (PK) saja.

Tahun 2015, kata Jokowi dalam debat, Indonesia masih mengimpor jagung 3,5 juta ton PK. Oleh sebab itu, produksi jagung nasional kini surplus 3,3 juta ton PK.

Presiden Jokowi mengungkapkan, data impor jagung tersebut diambil berdasarkan informasi dari kementerian. Namun, BPS menghitung, tahun 2018, Indonesia mengimpor jagung sebanyak 737,22 ribu ton PK.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mentan Instruksikan...
Mentan Instruksikan Percepatan Tanam Saat Panen Jagung di Jeneponto
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Bibit Jagung Unggulan...
Bibit Jagung Unggulan Bantu Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Kabar Gembira bagi Petani,...
Kabar Gembira bagi Petani, Permintaan Jagung Rendah Aflatoxin Tinggi
Tujuan China dan Filipina,...
Tujuan China dan Filipina, Ekspor Produk Turunan Jagung-Gandum Dilepas Mentan
Kementan Dorong Sertifikasi...
Kementan Dorong Sertifikasi Calon ASN PPPK Penyuluh Pertanian
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
44 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
1 jam yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved