Dolar Menguat Seiring Solidnya Data Ekonomi dan Tenaga Kerja AS

Kamis, 21 Februari 2019 - 05:34 WIB
Dolar Menguat Seiring...
Dolar Menguat Seiring Solidnya Data Ekonomi dan Tenaga Kerja AS
A A A
NEW YORK - Indeks dolar Amerika Serikat (USD) menguat melawan enam mata uang utama, terutama yen Jepang dan euro. Mata uang George Washington terdongkrak oleh risalah pertemuan Federal Reserve, yang menyatakan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Sebelum rilis berita acara, USD diperdagangkan lebih rendah.

Melansir dari Reuters, Kamis (21/2/2019), indeks USD yang mengukur kinerja greenback melawan enam mata uang utama, naik 0,05% menjadi 96,57. Hasil ini membuat USD naik 0,17% menjadi 110,8 yen. Dan menguat terhadap euro menjadi USD1,1346.

Namun dalam risalah tersebut, The Fed menyatakan tetap mempertahankan suku bunga. Menguatnya data ekonomi AS dan pasar tenaga kerja, membuat investor berharap The Fed menaikkan setidaknya satu kenaikan suku bunga di tahun 2019.

"Risalah The Fed menunjukkan hal lebih kuat daripada perkiraan pasar. Kini, investor berharap The Fed menaikkan suku bunga setidaknya satu kali di musim panas atau di musim gugur tahun ini," ujar Tom Galoma, direktur pelaksanan Seaport Global Holdings di New York.

Sementara itu, Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, memprediksi The Fed akan menutup pintu untuk kenaikan suku bunga di tahun ini. Kalkulasi dia, hal ini demi mengantisipasi risiko penurunan pertumbuhan ekonomi.

"Saya menyimpulkan bahwa The Fed akan menahan suku bunga hingga akhir tahun. Saya rasa risalah tersebut konsisten dengan kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga stabil di pertemuan mendatang," ujarnya.

Sementara itu, yuan China menguat 0,39% terhadap USD menjadi 6,718 yuan, setelah Washington menekan Beijing untuk melakukan pelemahan mata uang, yang merupakan bagian dari kesepakatan dagang. AS meminta China tidak melakukan manipulasi mata uang dengan menurunkan nilai yuan demi menguntungkan produk mereka.

Tekanan dari AS dan kemajuan kesepakatan dagang kedua negara telah mendongkrak nilai tukar yuan. Mata uang China ini pun berkinerja kuat di sepanjang 2019 berjalan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Bakal Terdongkrak...
Rupiah Bakal Terdongkrak Guyuran Dolar dari The Fed
Dapat Angin dari Pernyataan...
Dapat Angin dari Pernyataan The Fed, Rupiah Diprediksi Menguat
Rupiah Balik Berotot...
Rupiah Balik Berotot Merespons Keputusan The Fed
Rupiah Bergerak Melemah...
Rupiah Bergerak Melemah Jelang Pertemuan The Fed
Bunga The Fed Diramal...
Bunga The Fed Diramal Turun, Rupiah Sepekan Berotot di Hadapan Dolar AS
Rupiah Terjungkal 40...
Rupiah Terjungkal 40 Poin ke Level Rp14.020 per USD
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
21 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
47 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
53 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved